logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
o
q
y
Nothing found
ICO
starBookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia
An article was changed on the original website

3 Perbedaan pola pikir Trump dan Tillerson yang berujung pemecatan

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson. Alasan pemecatan tak lain adalah karena pernyataan Tillerson tentang kematian mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris.

Selain itu, pola pikir mereka yang berbeda mengenai isu-isu diplomatik juga menjadi salah satu faktor penyebab Tillerson dipecat.

Banyak sekali pembelaan yang dilakukan Tillerson untuk AS. Namun begitu, perbedaan pendapat keduanya tetap menjadi faktor Tillerson dipecat. Bahkan pemecatan Tillerson dinilai tidak wajar. Dia dipecat setelah diberi kabar melalui telepon.

"Saya menerima telepon dari presiden AS siang tadi yang mengatakan bahwa saya telah dipecat," kata Tillerson, seperti dikutip laman NBC News, Rabu (14/3).

"Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Kementerian Luar Negeri, Menteri Pertahanan James Mattis, dan 300 juta lebih rakyat Amerika," lanjutnya.

Seperti dilansir dari laman NBC News, berikut beberapa perbedaan pola pikir antara Tillerson dan Trump:

1. Diplomasi Korea Utara

Tahun lalu Trump pernah mengancam Korea Utara dengan "api dan kemarahan", membuat hubungan kedua negara semakin memanas. Namun, Tillerson terus memperjuangkan diplomasi, yang justru malah dicemooh oleh Trump.

"Saya mengatakan kepada Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri kita yang luar biasa, bahwa dia menyia-nyiakan waktunya untuk mencoba bernegosiasi dengan Little Rocket Man (Kim Jong Un)," Trump menulis di Twitter. "Hemat energi Rex, kita akan melakukan apa yang harus dilakukan!".

2. Kasus agen ganda Rusia

Setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menuduh Moscow yang bertanggung jawab atas kematian mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders dengan tajam menolak pemberitaan yang menyalahkan Rusia atas insiden tersebut. Beberapa jam kemudian, Tillerson mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki "kepercayaan penuh" dalam penilaian Inggris tentang kesalahan Rusia.

"Kami setuju bahwa mereka yang bertanggung jawab, keduanya yang melakukan kejahatan dan mereka yang memerintahkannya, harus menghadapi konsekuensi serius," kata Tillerson.

Pernyataannya tersebut malah membuat Tillerson dipecat dari jabatannya. Padahal Trump tidak tahu peran Rusia seperti apa.

3. Kontroversi ejekan "orang bodoh" untuk Trump

Sebuah laporan media pada Oktober mengatakan bahwa Tillerson secara terbuka mengkritik Trump dan menyebut dia sebagai "orang bodoh" dalam sebuah sesi dengan tim keamanan nasional presiden dan pejabat Kabinet di Pentagon. Lalu setelah itu, Tillerson terlihat mengasingkan diri dari Trump. [dan]