logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

5 Pemahaman salah kaprah tentang purging saat coba produk kecantikan baru

Merdeka.com - Purging, istilah kecantikan yang satu ini tampaknya sudah tak asing bagi para pecinta kosmetik. Sering diartikan sebagai proses detoksifikasi kulit yang ditandai dengan reaksi temporer di mana kulit menolak produk. Dari pengertian di atas saja kita sudah bisa menemukan dua kesalahan.

Jadi apa saja yang perlu diluruskan dari pemahaman tentang skin purging yang beredar selama ini? Mari kita bahas selengkapnya.

Hampir semua penjelasan tentang purging yang kita jumpai di berbagai situs kecantikan menyebutkan bahwa ini adalah fase inisiasi di mana kulit menunjukkan reaksi penolakan sementara. Begitu masa adaptasi selesai, kondisi kulit akan berangsur membaik.

Saat terjadi purging, kulit memang sedang beradaptasi pada produk baru. Walaupun begitu, kulit berjerawat pada periode purging justru karena bahan aktif pada produk sedang bekerja.

Kulit mengalami jerawat atau beruntusan karena bahan aktif di dalam produk meningkatkan kecepatan siklus perputaran sel kulit. Bakal jerawat yang masih berada di bawah permukaan kulit jadi lebih cepat matang. Tetapi begitu keseimbangan pada kulit kembali, jerawat ini juga akan hilang bersamaan.

Katanya purging memang sudah sewajarnya terjadi. Jika kulit tidak mengalami purging, artinya kandungan di dalam produk kurang ampuh.

Khasiat suatu produk pada kulit pemakainya tidak ditentukan oleh terjadinya fase purging atau tidak. Purging adalah masalah kulit temporer yang terjadi karena terganggunya keseimbangan para masa adaptasi dan hal ini bisa dimaklumi.

Tetapi akan lebih baik lagi jika kulit bisa beradaptasi pada kandungan di dalam produk tanpa harus mengalami jerawat atau beruntusan lebih dulu. Tidak semua orang harus mengalami purging saat mencoba produk baru.

Penjelasan yang paling sering dikemukakan mengenai skin purging adalah produk yang dipakai membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dari kulit. Begitu seluruh racun tersapu bersih, kondisi kulit akan membaik. Dan hal ini berlaku untuk semua jenis kosmetik dan produk perawatan kecantikan.

Menurut sejumlah ahli dermatologi dan kecantikan, tubuh tidak mengeluarkan racun dengan cara seperti itu. Kulit hanya mengeluarkan jejak-jejak toksin melalui keringat. Sementara organ yang bertugas mengeluarkan sebagian besar racun dari dalam tubuh adalah hati dan ginjal.

"Biasanya purging ditemui pada produk yang meningkatkan perputaran sel seperti retinoid atau hydroxy acids," tutur Sejal Shah, M.D., ahli dermatologi yang berbasis di New York kepada Allure.

Jika produk yang digunakan adalah bedak atau krim yang tidak mengandung lactic acid, glycolic acid, salicylic acid, atau retinol tetapi kulit jadi berjerawat, maka ini adalah reaksi alergi. Dengan kata lain, kulit memang bereaksi negatif terhadap produk yang digunakan.

Jerawat atau beruntusan pada saat purging idealnya sembuh setelah empat sampai enam minggu. Jika setelah itu jerawat masih belum sembuh, maka itu adalah reaksi alergi. Hentikan pemakaian produk sekarang juga.

Itulah beberapa pemahaman salah kaprah tentang purging yang sebaiknya diketahui kebenarannya.

Sumber: Beautylish, Metrin, Allure [tsr]

Themes
ICO