Indonesia

Ada Warganet Inisiatif Bikin E-money Bermotif Tempe, Ini Kata Mandiri

JawaPos.com - Belum lama ini Calon Wakil Presiden kubu oposisi Sandiaga Salahuddin Uno bikin linimasa sosial media ramai. Hal itu berawal dari komentaranya mengenai kondisi ekonomi saat ini. Pertama, Sandi bilang dengan uang Rp 100 ribu, saat ini ibu rumah tangga atau emak-emak tidak bisa belanja kebutuhan pokok yang mencukupi. 

Selanjutnya, ditengah pelemahan rupiah pada awal bulan lalu berdampak pada tempe yang mana bahan bakunya mesti impor. Hal itu membuat ukuran tempe yang dijual sekarang tipis-tipis yang kemudian ia ungkapkan setipis kartu ATM.

Ramainya respon netizen yang membuat tagar #100ribudapatapa untuk membuktikan dengan uang sebesar itu mereka bisa membeli banyak bahan pokok. Hingga akhirnya ada akun twitter yang secara terang-terangan menjual kartu pembayaran elektronik yang bentuknya sama seperti ATM bergambar tempe. 

Dari sekian respon yang ada di linimasa, ada respon yang paling menohok. Adalah Daniel Kaitokid Santoso. Dengan sigapnya ia langsung membuka jasa pembuatan kartu elektronik bermotif tempe.

“Menjawab request temen-temen dan untuk membantu program Sandiaga Uno, kini sudah tersedia design TEMPE SETIPIS KARTU, Mau? Bisa dipake untuk printing custom kartu Flazz BCA, eMoney Mandiri, TapCash BNI, BRIzzi, dipake untuk custom ATM juga bisa,” tulis Daniel di akun Facebooknya.

Bagaimana tanggapan perbankan? Jawapos.commencoba mengkonfirmasi ke salah satu bank penyedia yang ‘dicatut’ Daniel. Sekretaris Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan e-money tidak bisa di design sendiri. 

“E-money tidak bisa design sendiri,” kata Rohan saat dihubungi Jawapos.com, Senin (17/9).

Kendati begitu tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak yang ingin mendesign e-money harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Namun saat ditanya apa saja persyaratan dan teknis yang harus dilakukan supaya design e-money sesuai keinginan Rohan tak menjawab lebih lanjut.

“Setiap design dari Bank Mandiri harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu e-money Mandiri juga sempat jadi perbincangan netizen lantaran ada isu kalau e-money mengeluarkan design berkonten politik. Rohan pun menerangkan bahwa sebagai institusi bisnis yang dijalankan atas prinsip-prinsip profesionalitas, pihaknya menegaskan tidak berafiliasi dengan berbagai aktivitas politik.

Apabila ada perseroan yang menggunakan atribut Mandiri untuk kepentingan politik, maka Perseroan tak segan untuk melaporkan ke pihak berwajib. 

“Kami tidak memproduksi atau memperkenankan penggunaan logo, produk maupun identitas perseroan lainnya untuk mendukung aktivitas maupun agenda politik lainnya," jelas Rohan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/7).

(uji/JPC)

Football news:

Milan will offer 25 million euros for Celtic defender Ayer
Klopp on plans: Four years at Liverpool. After that, I want to do nothing for a year
Rogers Pro 1:4 with Bournemouth: Leicester play well only 45 minutes after the break
Inter and Roma are Interested in Garay
Liverpool want to sell Lovren, not let Him go as a free agent. Zenit are Interested in the player
PSG defeated Le Havre (9:0) in a friendly match. The game with Atalanta in the Champions League is in a month
Hazard was included in real's bid for the match with Granada, Hames-no