logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Alumni Teridentifikasi Jadi Provokator Konflik di Kampus UMI Makassar

Merdeka.com - Konflik di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sepekan terakhir terjadi aksi saling serang antar kelompok dengan membawa nama asal daerah masing-masing sudah sangat meresahkan. Bukan hanya pengrusakan dan pembakaran, konflik itu juga telah menelan korban jiwa.

"Ini sudah sangat meresahkan warga yang akhirnya ini menjadi atensi pimpinan sehingga intens melakukan koordinasi untuk memberikan perhatian terhadap kondisi ini karena rawan berdampak," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Ibrahim Tompo kepada awak media di Mapolda Sulsel, Selasa, (19/11).

Dia tidak dipungkiri rentetan kejadian di kampus UMI ada keterkaitan dengan masalah lama. Masalah lama inilah yang belum terselesaikan dan terus membesar hingga jatuh korban. Menurutnya, sampai kapan masalah ini terjadi jika tidak diselesaikan secara bijaksana.

Yang sangat memprihatinkan, ungkapnya, karena yang memperbesar masalah itu adalah kelompok-kelompok tertentu. Mereka memprovokasi dan mempengaruhi kondisi masyarakat.

"Ada kelompok-kelompok tertentu mengatanamakan LSM mewakili masyarakat secara umum. Teridentifikasi, kelompok inilah yang memperbesar dan memprovokasi termasuk di dalamnya alumni dari kampus itu. Berharap ke kelompok-kelompok ini, sadar dirilah dan bijaksana menyikapi masalah ini," kata Ibrahim.

Terhadap kelompok LSM yang di dalamnya ada alumni teridentifikasi lakukan provokasi, dia memberi warning bahwa apabila mau memperbesar masalah maka akan dipermasalahkan secara hukum.

"Kita akan cari kelompok itu, kita permasalahkan sekalian secara hukum jika terbukti memprovokasi, memperbesar masalah," tegasnya.

Dia menambahkan, Senin pekan depan, akan dilakukan pertemuan dengan Forkopimda untuk mengambil langkah-langkah penyelesaian msalah. Diantaranya diundang para kepala daerah asal kelompok mahasiswa yang bertikai ini yakni Bupati Bone dan bupati-bupati dari daerah Luwu.

Diketahui dua kali aksi penyerangan terjadi di dalam kampus UMI Makassar. Pertama, Selasa lalu, (12/11), di situ ada korban jiwa, Andi Fredi Akirmas, (21), mahasiswa Fakultas Hukum asal Kabupaten Bone.

Lalu kedua, Senin (18/11), ruangan bekas sekretariat UKM Mapala dibakar, ruangan perkuliahan Fakultas Hukum dirusak. Tidak ada korban jiwa di kejadian kedua. Para pelakunyq menyerang tiba-tiba dengan menggunakan penutup wajah. [gil]

Themes
ICO