Indonesia

Bea Cukai Fasilitasi Hibah Ventilator dari Australia

Fasilitas layanan Bea Cukai berupa rush handling sesuai PMK No 148

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pandemi Covid-19 merupakan musuh yang nyata, bukan hanya satu atau dua negara tetapi hampir negara di seluruh dunia menghadapinya. 

"Sehingga pemerintah terus melancarkan aksi nyata dalam mengeluarkan kebijakan terbaiknya untuk menyelamatkan rakyatnya,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Finari Manan, pada Rabu (05/08) ketika menjelaskan peran Bea Cukai dalam upaya penanganan Covid-19.

Menurut Finari, pihaknya pada tanggal 24 Juli 2020 telah menjadi fasilitator impor ventilator, yang merupakan barang hibah dari Australia sebagai dukungan dalam penanggulan Covid di Indonesia. Sebagai bagian dari pemerintah dan masyarakat, Bea Cukai memberikan berbagai fasilitas kemudahan dan percepatan proses impor barang untuk penanggulangan pandemi.

Hal itu seperti ketika Pemerintah Australia melalui kedutaan besarnya menyerahkan seratus unit ventilator non-invasif ke Indonesia sebagai bagian dari paket peralatan medis dan laboratorium kritikal dua juta dolar Australia atau ditaksir sekitar Rp 19,4 miliar di Posko Utama Satuan Tugas Nasional Indonesia. 

Fasilitas yang diberikan Bea Cukai, yaitu layanan rush handling atau pelayanan segera, menurut Finari telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007. PMK itu menjelaskan pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara.

Ia pun mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan hibah yang didasari kerja sama kemitraan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia, dalam menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi bersama. Barang hibah tersebut didatangkan dari Brisbane, diangkut menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines, dan setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta barang tersebut langsung ditangani oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Dilansir dari laman resmi Kedutaan Besar Australia, Duta Besar Quinland mengatakan pandemi telah sangat mempengaruhi kawasan Indo-Pasifik dan Australia akan terus bekerja dalam kemitraan dengan Indonesia untuk meminimalkan dampak COVID-19.

Football news:

What kind of goalkeeper did Chelsea take? Edouard Mendy was out of work 6 years ago, impressed the Czech and will replace Kepu
Solskjaer on Manchester United signing only van de Beek: You show disrespect to Donny, he's a top player
Milan want to sign striker Bude-Glimt Hauge. He scored them in the Europa League on Thursday
Rivaldo: Barcelona will not be easy without Suarez's goals
Munir from Seville was forced by FIFA to rewrite the rules. Now players can change the national team
Lampard will talk to Kepa and Caballero after signing Mendy
Ralf Rangnick: Havertz - Cruyff of the present day. I don't see any weaknesses in his game