Indonesia

Benarkah Bius Epidural Memperlambat Persalinan?

Jakarta: Jika Anda khawatir bius lokal epidural bisa memperlambat proses melahirkan, jawaban dari penelitian berikut bisa membuat Anda tenang. 

Persalinan yang lebih lama terkait dengan hasil yang merugikan, sehingga dokter biasanya mengurangi atau menghentikan epidural untuk menghindari lamanya tahap utama persalinan. Tetapi sebuah penelitian di Obstetrics & Gynecology menunjukkan tidak ada manfaat dalam melakukan itu. 

Anestesi atau pembiusan adalah suatu tindakan menghilangkan rasa sakit pada tubuh ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya. Ada 3 tipe Anestesi yakni pembiusan total, pembiusan lokal, dan pembiusan regional. Nah, Epidural merupakan salah satu bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh Anda mati rasa. 

Anda tidak akan hilang kesadaran sepenuhnya karena fungsinya hanya untuk menawar rasa sakit (analgesia). Pada operasi caesar, suntikan anestesi lokal biasaya diberikan di dekat sumsum tulang belakang. 

"Penelitian ini menunjukkan bahwa obat epidural tidak menyebabkan keterlambatan pada kelahiran seorang bayi," kata Philip E. Hess, MD, Direktur Anestesi Obstetrik di Beth Israel Deaconess Medical Center dan seorang profesor di Harvard Medical School.

Penelitian yang dipimpin oleh timnya menemukan bahwa epidural tidak memengaruhi panjang tahap kedua persalinan. Ini juga tidak berpengaruh pada kecepatan persalinan yang berkenaan dengan peranakan atau episiotomi, juga tidak memengaruhi posisi janin saat lahir. 

Obat itu juga tidak memengaruhi berat badan, skor Apgar (kondisi kesehatan bayi baru lahir) atau ukuran kesehatan lainnya.

"Bahkan skor nyeri secara statistik tidak berbeda antar kelompok. Namun, skor nyeri pada wanita yang menerima placebo saline (obat) meningkat dari waktu ke waktu, seperti yang diharapkan," kata dia.

Penelitian acak double-blind membandingkan obat epidural infus-kateter dibandingkan dengan placebo pada 400 wanita. Selama penelitian, wanita semua mendapat obat nyeri sepanjang tahap pertama persalinan. Selama tahap kedua, mereka secara acak menerima obat atau placebo.

Persalinan berlangsung sekitar 52 menit bagi mereka yang diberi pengobatan, sementara mereka yang mendapat placebo saline 51 menit. 

Pada 38 pasien, infus dihentikan karena perkembangan persalinan yang buruk; dari mereka, 17 pasien yang mendapatkan placebo saline dan 21 pasien yang mendapatkan obat epidural.

Penelitian sebelumnya retrospektif, observasional, atau difokuskan pada hasil persalinan lain dan belum mengontrol tahap kedua, ujar Hess.

"Apa yang penelitian ini tunjukkan adalah wanita tidak perlu takut bahwa jika mereka memilih untuk menerima obat epidural itu akan mempengaruhi persalinan mereka," kata Hess.

(DEV)

Football news:

Schmeichel on Manchester United's penalty against Aston Villa: there was no Foul. VAR remains a laughing stock
Manchester United kicked 13 penalties in the Premier League season, repeating the tournament record
De Gea beat Schmeichel and set a Manchester United record for the number of matches among foreigners
Ruediger convinces Havertz to move to Chelsea. He did the same with Werner
Setien has come up with a new scheme that is perfect for Barcelona. This is a hybrid 4-4-2 rhombus
Ronaldo posted a photo on a chaise longue: Recharge🔋☀☀
Again, we shake hands with Carlos Tevez 🤝 He will give half a year's salary to the victims of the pandemic