logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia
An article was changed on the original website

Bunuh Wartawan Ungkap Pelecehan Seks, Guru di India Dibui Seumur Hidup

pembunuhan, wartawan, guru, pelecehan seks, india,

Seorang guru spiritual di India Gurmeer Ram Rahim Singh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh seorang jurnalis (Pixabay)

JawaPos.com - Seorang guru spiritual di India Gurmeer Ram Rahim Singh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh seorang jurnalis. Jurnalis tersebut mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan terhadap para perempuan yang masuk ke dalam sektenya.

Dilansir dari BBC, Ram Rahim Singh, pemimpin Dera Sacha Sauda yang berusia 51 tahun, sudah menjalani hukuman penjara 20 tahun karena memperkosa dua pengikut perempuannya. Editor surat kabar Ram Chander Chhatrapati dibunuh setelah mengungkapkan kasusnya.

Tiga pria lain juga dihukum yaitu asisten dekatnya Kuldeep Singh, Nirmal Singh dan Krishan Lal juga dijatuhi hukuman seumur hidup.

pembunuhan, wartawan, guru, pelecehan seks, india,
Ram Rahim Singh, pemimpin Dera Sacha Sauda yang berusia 51 tahun, sudah menjalani hukuman penjara 20 tahun karena memperkosa dua pengikut perempuannya (AFP)

Pengadilan yang telah menghukum mereka minggu lalu, juga mengenakan denda USD 703 pada masing-masing dari mereka.

Ram Rahim Singh telah lama menggambarkan dirinya sebagai pemimpin spiritual yang saleh, mendorong pengikut di seluruh dunia untuk mengikuti ajarannya termasuk tak melakukan hubungan seks. Tetapi sekte ini mulai tergelincir pada tahun 2002 setelah Chhatrapati menerbitkan surat di koran berbahasa Hindia Poora Sach berjudul The Complete Truth.

Ditulis oleh pengikut anonim Ram Rahim Singh, tulisan itu menggambarkan contoh pelecehan seksual di sekte tersebut. Anshul Chhatrapati, putra mendiang editor mengatakan kepada The Print pada 2007 bahwa rekan-rekannya telah memperingatkan ayahnya pada saat itu untuk berhati-hati karena seseorang akan membunuhnya suatu hari.

"Seorang reporter sejati mengambil peluru, bukan sepatu," kata Chhatrapati kepada rekan-rekannya seperti dilansir dari BBC Jumat (18/1).

Lima hari setelah dia menerbitkan artikel itu, pada 24 Oktober 2002, pengikut Dera Sacha Sauda menembak Chhatrapati di luar rumahnya. Ketika dia meninggal, kurang dari sebulan kemudian, surat itu telah memicu penyelidikan besar terhadap penyalahgunaan di sekte tersebut.

Anshul, yang berusia 21 ketika ayahnya meninggal, mengambil alih menjalankan surat kabar itu. Ia mendesak agar tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan diajukan terhadap Ram Rahim Singh.

"Ayahku mengorbankan hidupnya demi kebenaran," katanya dalam wawancara 2017. "Aku tidak bisa membiarkan pengorbanannya sia-sia."

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Themes
ICO