logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Bursa Saham Asia Kurang Dukungan

INILAHCOM, Tokyo - Bursa saham Asia bergerak melemah di awal pekan ini pada penutupan perdagangan Senin (24/9/2018). Dukungan pasar berkurang karena pasar China, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan ditutup untuk liburan.

Padahal pada perdagangan pekan lalu menandai yang gerakan yang kuat untuk Asia. Indeks Shanghai Composite SHCOMP, + 2,50% saja bisa mencatatkan sebagai pekan terbaiknya dalam lebih dari dua tahun, seperti mengutip marketwatch.com.

Tren reli yang meluas di pasar global. Keuntungan tersebut dipimpin oleh AS di tengah optimisme atas ekonomi dan pandangan situasi perdagangan yang lebih tenang.

Tetapi beberapa dari momentum optimis itu memudar pada Senin karena tarif AS pada US$ 200 miliar barang-barang China resmi ditendang. Apalagi China dilaporkan membatalkan pembicaraan perdagangan yang telah direncanakan untuk beberapa hari mendatang.

Bahkan Beijing juga telah membalas dengan pungutan US$60 miliar dalam barang-barang AS. Hong Kong Hang Seng Index HSI, -1,62% turun 1,3%, dengan perusahaan keuangan dan real-estate menanggung beban kerugian. China Resources Land Ltd. 1109, -5,25% jatuh hampir 4% dan China Life Insurance Co. Ltd. 0836, -2,82% turun lebih dari 2%,

Di tempat lain, indeks ASX 200 XJO, -0,12% di Sydney tergelincir 0,1%, dengan penurunan 1,6% untuk Newcrest Mining Ltd NCM, -1,57%. Ada beberapa titik terang sebagai perusahaan minyak utama diuntungkan dari kenaikan sekitar 2% di Brent LCOX8 , + 2,44%.

Untuk harga minyak mentah WTI CLX8, + 2,05% setelah pertemuan produsen minyak utama pada dasarnya mempertahankan status quo pada produksi global. NZX 50 NZ50GR Selandia Baru, -0,41% ditutup turun 0,4%.

Beberapa investor khawatir bahwa Wall Street mengabaikan potensi konflik perdagangan yang mendidih setelah Dow Jones Industrial Average menandai rekor pertamanya sejak 26 Januari.

Themes
ICO