London (ANTARA) - Bursa saham Inggris kembali melemah pada perdagangan Kamis (15/8/2019), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London berakhir turun 1,13 persen atau 80,87 poin, menjadi 7.067,01 poin setelah sehari sebelumnya merosot 1,42 persen.

Royal Bank of Scotland Group, perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Inggris, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 10,48 persen.

Diikuti oleh saham Just Eat, perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring, yang jatuh 5,96 persen, serta Phoenix Group Holdings, penyedia layanan asuransi jiwa dan dana pensiun, turun 5,55 persen.

Sementara itu saham United Utilities Group, sebuah perusahaan air Inggris, terangkat 1,94 persen, merupakan peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan rokok terkemuka British American Tobacco serta perusahaan utilitas gas dan listrik Inggris National Grid, yang masing-masing naik 1,36 persen dan 0,97 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Bursa Jerman kembali jatuh, Indeks DAX-30 ditutup turun 0,70 persen

Baca juga: Bursa saham Prancis melemah, Indeks CAC-40 turun lagi 0,27 persen

BEI Dukung Investasi Online Terintegrasi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019