Indonesia

Canelo Terbuka untuk Kemungkinan Trilogi Duel versus Golovkin

LAS VEGAS - Juara dunia baru di kelas menengah IBO/WBA Super/WBC, Saul "Canelo" Alvarez membuka pintu sebesar-besarnya untuk kemungkinan digelarnya trilogi pertarungan dengan mantan juara dunia Gennady "GGG" Golovkin.

Canelo (50-1-2, 34KO) berhasil memberikan Golovkin (38-1-1, 34KO) kekalahan pertama dalam kariernya lewat angka mayoritas pada pertempuran ulang mereka di T-Mobile Arena di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (16/9) WIB.

(Baca juga: Beri Golovkin Kekalahan Pertama, Canelo Rebut Gelar Dunia)

"Apabila publik menginginkan pertarungan ketiga, kami akan melakukannya lagi. Tetapi untuk sekarang, saya ingin menikmati momen bersama keluarga dan orang-orang saya," ucap Canelo seperti dilansir News and Star.

"Tetapi jika mereka ingin kami melakukannya lagi, tidak diragukan lagi. Dia petarung mengagumkan tapi saya petarung yang lebih hebat dan saya tunjukkan malam ini," sambung bintang tinju Meksiko itu.

(Baca juga: Tumbangkan Gennady Golovkin, Canelo: Saya Petinju Hebat)

Dalam catatan statistik CompuBox, Alvarez berhasil mendaratkan 143 dari 366 total pukulan bertenaga atau sekitar 39,1 persen. Sedangkan Golovkin melayangkan total 332 pukulan dan hanya 116 yang mendarat sempurna atau 34,9 persen. Skor pertarungan adalah 114-114, 115-113 dan 115-113.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, pertarungan pertama Canelo vs Golovkin di tempat yang sama pada September tahun lalu, berakhir dengan hasil imbang yang kontroversial.

(nug)

Football news:

Napoli will extend the contract with Gattuso until 2023
Henri knelt for more than 8 minutes in the first match in charge of Montreal, honoring the memory of George Floyd
Kalu moved from Herta to Botafogo
Goalie of the banner of Labor, who was hit by lightning: everything is good at the moment. Back soon
Ole Gunnar Solskjaer: I Think it was a penalty against Aston Villa
Philadelphia played in t-shirts with the names of black people who died at the hands of the police
Kompany tries everything at Anderlecht: he coached without a license (terrible), played 15 matches and invested 3 million euros in the club