Indonesia

Cetak Foto Kondisi Korsel, Pria Korut Terancam Dieksekusi Rezim Kim Jong-un

PYONGYANG - Seorang warga Korea Utara (Korut) terancam dieksekusi mati oleh regu tembak rezim Kim Jong-un. Dia ditangkap atas tuduhan membantu pembelot Korea Utara yang ada di Korea Selatan untuk berkomunikasi via telepon dengan keluarganya.

Selain itu, warga provinsi Hamgyong Utara itu dituduh berbagi informasi tentang kondisi kehidupan negara yang pernuh rahasia tersebut. Dia didakwa melakukan spionase setelah ketahuan mencetak foto yang diambil oleh pembelot di toko foto setempat.(Baca: Trump Klaim Kim Jong-un Perlihatkan Kepala Paman usai Mengeksekusinya)

Dia dilaporkan mengaku membantu para warga melakukan panggilan telepon dan video dengan pembelot yang berada di Korea Selatan.

Sebuah sumber di lembaga penegak hukum Korea Utara mengatakan kepada kantor berita yang didanai pemerintah Amerika Serikat (AS), Radio Free Asia (RFA); “Pada pertengahan Agustus, seorang penduduk daerah Onsong, provinsi Hamgyong Utara ditangkap karena dicurigai melakukan spionase ketika seorang agen dinas rahasia lokal Departemen Keamanan mengetahui bahwa dia telah mencetak foto dari Korea Selatan di studio foto lokal."

“Dia mengaku saat diinterogasi oleh Departemen Keamanan provinsi," lanjut sumber tersebut, yang dilansir Selasa (22/9/2020). (Baca: Kritik Ekonomi Kim Jong-un, 5 Pejabat Korut Dieksekusi Mati)

“Dia mengatakan bahwa dia mencari nafkah dengan membawa penduduk dari daerah pedalaman negara itu ke perbatasan dengan China selama beberapa tahun, sehingga mereka dapat melakukan panggilan telepon dan video kepada anggota keluarga mereka yang melarikan diri ke Korea Selatan atau China," imbuh sumber penegak hukum Korea Utara.

Rezim Pyongyang dikenal dengan hukuman yang keras sejak diktator muda Kim Jong-un memperkuat cengkeramannya atas 25,5 juta warga Korea Utara.

"Departemen Keamanan provinsi mengamankan semua pesan teks yang dia kirim dan terima melalui WeChat," kata sumber tersebut. "Mereka menemukan bahwa dia telah sangat sering mengirimkan informasi tentang situasi terkini di Korea Utara. Jadi, otoritas keamanan provinsi sekarang mengatakan bahwa pengiriman uang itu hanyalah kedok dan bahwa dia sebenarnya adalah mata-mata yang memberikan informasi kepada Korea Selatan."

“Sangat mungkin dia akan dieksekusi oleh regu tembak atau dikirim ke kamp penjara politik," papar sumber penegak hukum Korea Utara. (Baca juga: Kim Jong-un Tolak Masker Kiriman China karena Curiga Buatan Korsel)

Negara komunis ini secara virtual tetap terisolasi secara teknologi dengan bahkan mereka yang berada dalam kelompok elitnya hanya mengizinkan ponsel yang terpasang ke jaringan domestik dan yang tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar.

Tetapi perantara telepon menggunakan telepon seluler yang terhubung dengan jaringan seluler China untuk memungkinkan komunikasi antara pembelot Korea Utara di Korea Selatan dan anggota keluarga mereka yang masih tinggal di Korea Utara.

(min)

Football news:

Mbappe announced the death of 8-year-old Luca, who was battling cancer. The striker dedicated a goal to him on Saturday
Lippi finished his career as a coach. He won the 2006 world Cup with the Italian national team
Acts Kolisevski: Pirlo's perfect, because that gives us confidence. He is not afraid to produce young players
Laudrup on Hazard's injuries: it's sad to see months go by for such an outstanding player
The journalist apologized for statements to Fati: I wanted to extol the beauty of his movements
Khabib on meeting with Ronaldo: I was wondering how he keeps this fire going for 17 years. Motivation, discipline, as I understand it
Asensio on Real Madrid: One of the best squads in the world. Atletico and Sevilla can become our competitors in La Liga