Indonesia

Diduga Korupsi Penyertaan Modal PDAU, Tatang Istiawan Ditahan

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jaz/ed/tri/c4/end

JawaPos,com – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek resmi menahan Tatang Istiawan Witjaksono (TI). Keputusan itu dibuktikan setelah tersangka menjalani pemeriksaan di RSUD dr Soedomo, Trenggalek, dan telah dinyatakan sehat. Selanjutnya, tersangka TI dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Trenggalek.

Itu terlihat sekitar pukul 19.00 kemarin, yang bersangkutan tiba di rutan dengan pengawalan tim dari kejaksaan. Setiba di lokasi, tersangka yang mengenakan kacamata, jaket hitam, baju putih, dan celana hitam tersebut langsung masuk rutan untuk mengurus proses administrasi terkait penahanannya. ’’Sebenarnya, dari kemarin (Kamis, 18/7, Red) kami ingin lakukan penahanan. Namun, karena berbagai faktor, hal itu baru bisa dilakukan malam ini,’’ ungkap Kepala Kejari Trenggalek, Lulus Mustofa.

Dia melanjutkan, setelah menjalani pemeriksaan secara maraton, tersangka meminta izin untuk menjalani perawatan. Alasannya, tersangka merasa kondisinya kurang fit. Karena itu, jaksa langsung membawa tersangka ke RSUD dr Soedomo untuk dilakukan cek kesehatan. ’’Memang benar, berdasar pemeriksaan dokter, tersangka memiliki riwayat penyakit jantung dan gula darahnya naik. Makanya, dokter menyarankan agar dirawat sampai kondisinya pulih dan itu merupakan prosedur yang harus dijalani,’’ tuturnya.

Barulah, setelah tersangka sehari menjalani perawatan, dokter memastikan kondisinya membaik. Untuk itu, jaksa langsung menitipkan tersangka ke rutan untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Nanti, jika terbukti bersalah, tersangka akan dihukum berdasar pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. ’’Terhitung mulai hari ini tersangka menjalani hukuman 20 hari ke depan untuk menjalani proses penyidikan,’’ ujar Lulus.

Sebagaimana diketahui, Tatang Istiawan Witjaksono (TI) alias Dr H Istiawan, seorang bos media di Surabaya, resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek kemarin (19/7). Penahanan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Trenggalek.

Berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik kejari, TI diketahui turut serta dalam kasus tersebut. TI yang saat itu juga sebagai pemilik PT Surabaya Sore bekerja sama dengan beberapa pihak yang merugikan negara hingga mencapai Rp 7,3 miliar. Itu dibuktikan dengan posisi TI saat itu sebagai pemilik PT Surabaya Sore bekerja sama dengan PDAU Trenggalek untuk membentuk PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS), sebuah perusahaan di bidang percetakan yang kini diketahui mangkrak.

Football news:

De Rossi or Spalletti can lead Fiorentina
Chelsea have resumed talks with Willian about a new contract
Pogba wants to stay at Manchester United
Doping officers visited the Barca base and checked Griezmann, Busquets and Fati (MD)
Varane may miss the match with athletic
Martinelli has signed a long-term contract with Arsenal
Werder 2000-love and delight. Coached by a modest Schaaf, scored by Ailton and Klose, Diego wanted every top club