Indonesia

Doa yang Tak Layak, Menurut Syaikh Qadir Al-Jilani

SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani mengatakan adalah aneh bila kita marah kepada Tuhan dan menganggap Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, tak adil, menahan rezeki, tak menjauhkan musibah bagi kita. "Tidakkah kau tahu bahwa setiap kejadian ada waktunya, dan setiap musibah ada akhirnya? Keduanya tak bisa dimajukan atau ditunda. Masa-masa musibah tak berubah, sehingga datang kebahagiaan," ujarnya dalam kitabnya yang berjudul Futuh Al-Ghaib. (Baca juga: Empat Jenis Manusia Menurut Syaikh Abdul Qadir, Ada yang Bagai Sekam)

Masa-masa kesulitan tak berlalu, katanya, sehingga datang kemudahan. "Berlaku paling baiklah, diamlah senantiasa, bersabar, berpasrah dan ridhalah kepada Tuhanmu. Bertobatlah kepada Allah," nasehatnya,

Syaikh Abdul Qadir menjelaskan bahwa di hadapan Allah tiada tempat untuk menuntut atau membalas dendam seseorang tanpa dosa dorongan nafsu, sebagaimana yang terjadi dalam hubungan antarhamba-Nya. Ia, Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, sepenuhnya esa. Ia menciptakan hal-hal dan menciptakan manfaat dan mudharat. Maka, Ia mengetahui awal, akhir dan akibat mereka. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Benci dan Cinta)

"Ia, Yang Mahakuasa lagi Mahaagung, bijak dalam bertindak dan tiada ketakselarasan dalam tindakanNya. Ia tak melakukan sesuatu pun tanpa arti dan main-main," tuturnya.

Permohonan Sia-sia


Adalah tak layak menisbahkan kecacatan atau kesalahan kepada tindakan-Nya. Lebih baik menunggu kemudahan, jika kau merasakan kepudaran kepatuhanmu terhadap-Nya, hingga tibanya takdir-Nya, sebagaimana datangnya musim panas setelah berlalunya musim dingin, dan sebagaimana datangnya siang setelah berlalunya malam. (Baca juga:Konsep Bersabar Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani)

Nah, jika kau memohon tibanya cahaya siang selama kian memekatnya malam, maka permohonanmu sia-sia; tapi kepekatan malam kian memuncak hingga mendekati fajar, siang datang dengan kecerahannya, entah kau kehendaki atau tidak.

Jika kau kehendaki kembalinya malam pada saat itu, maka doamu takkan dikabulkan. Sebab kau telah meminta sesuatu yang tak layak. Kau akan dibiarkan meratap, lunglai, jemu dan enggan.

Tinggalkanlah semua ini, senantiasa beriman dan patuhlah kepada Tuhanmu dan bersabarlah. Maka, segala miikmu takkan lari darimu, dan segala yang bukan milikmu takkan kau peroleh.

Demi imanku, begitulah, mohonlah pertolongan kepada Allah, dengan mematuhi-Nya. “Mohonlah kepadaKu, maka akan Kuterima permohonanmu.” (). “Mintalah kepada Allah karuniakarunia-Nya.” (). Mohonlah kepada-Nya, maka Ia akan menerima permohonanmu pada saatnya, bila dikehendaki-Nya, dan bila hal itu bermanfaat bagimu dalam kehidupan duniawimu dan akhirat. (Baca juga:Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Menempatkan Kebaikan dan Keburukan)

Football news:

Golovin about the nickname Tsar: Nothing more than a joke. This is necessary for the media and fans, but I am a football player
David De Gea: I try to be a leader for Manchester United. I have the experience of winning big titles here
It feels like we've been working together for 10 years! Chelsea stars say goodbye to Lampard
Bayern Munich have signed former Basel striker Oberlen
Tuchel will sign a contract with Chelsea for 1.5 years (David Ornstein)
Barcelona still owes Liverpool about 29 million euros for the transfer of Coutinho
Immobile on last season: Lazio felt invincible before covid. They could have fought for the scudetto