logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
o
q
y
Nothing found
ICO
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

DPR Optimis Polri Dapat Ungkap Kasus Penyiraman Novel Baswedan

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muslim Ayub mengungkapkan, pihaknya masih optimis polisi bisa mengungkap pelaku dibalik kasus penyiraman dengan air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Saya kira untuk mendapatkan orang (pelaku) ini tidak gampanglah. Semua harus dikerahkan tenaganya. Saya haqqul yaqin pasti mereka (polisi) akan dapatkan pelaku penyiraman Novel Baswedan," kata Muslim saat dihubungi Okezone, Kamis (15/3/2018).

Hanya saja, lanjut Muslim, polisi memerlukan waktu yang cukup untuk mengungkap pelaku yang masih misteri tersebut. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu resah, serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum yang sedang bekerja secara serius.

Selama mengusut kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK tersebut, polisi sudah memeriksa puluhan saksi. Namun, keterangan yang didapat dari saksi itu belum mengarah kepada pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut.

"Polisi sudah bekerja sangat intens, sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi siapa saja yang sudah diperiksa, sudah ada puluhan saksi," katanya.

Menurut Muslim, kasus teror yang dialami Novel Baswedan itu bukan perkara biasa sehingga penanganannya pun tidak biasa. Bahkan, polisi juga telah merilis sebanya empat sketsa wajah diduga pelaku dan disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kita tunggu saja lah, kita berikan kesempatan kepada polisi untuk bekerja mencari pelakunya," pungkas Muslim.

Sekedar informasi, teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan itu terjadi pada Selasa 11 April 2017. Sudah hampir genap satu tahun pelaku masih belum tertangkap. Akibat penyerangan itu mata Novel cedera dan harus berobat ke Singapura hampir genap setahun.

(erh)

us!