logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

ESDM Tegaskan Sektor Ketenagalistrikan Bukan Penyebab Rupiah Melemah

JAKARTA- Direkur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Sommeng memberikan penjelasan terkait sektor kelistrikan yang dianggap menjadi penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi, sektor kelistrikan ini, saya tegaskan tidak berperan dalam pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Di mana penyebabnya itu adalah defisit neraca perdagangan,” kata Andy di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya tidak ada rencana untuk menundaan proyek 15.200 megawatt (mw) atau 15,2 gigawatt (GW) yang bertujuan untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan. Namun, setelah melakukan evaluasi ternyata hanya 4,6 Gw saja yang berpotensi ditunda.

"Porsi impor komponen pembangkit tidak terlalu besar. Dan kalau impor sektor listrik bergantung, jenis barangnya, tapi transmisi distribusi sudah bikin sendiri," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah akan menunda sejumlah proyek strategis nasional (PSN). Hal ini untuk menekan impor sebab berpengaruh pada melebarnya defisit transaksi berjalan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution Darmin Nasution memastikan, kebijakan penundaan bukan hanya pada proyek ketenagalistrikan.

"(Tidak hanya ketenagalistrikan) bisa juga yang lain, tergantung jika proyek itu masih persiapan (belum financial closing)," ujar Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

(Feb)

(rhs)

Themes
ICO
us!