logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Evaluasi Virtual Certificate e-KTP, Pemkot Sampling Sembilan Kecamatan

JawaPos.com – Kebijakan penggantian sementara e-KTP dengan virtual certificate (VC) yang berisi surat keterangan perekaman data kependudukan dievaluasi secara berkelanjutan. Petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya bahkan mendatangi sembilan kecamatan untuk sampling guna melihat penerapan kebijakan tersebut.

Sembilan kecamatan itu adalah Tandes, Tegalsari, Gubeng, Tambaksari, Genteng, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Krembangan, dan Sukomanunggal. Aspek yang dinilai, antara lain, jaringan, aplikasi, sumber daya manusia (SDM), dan perangkat pendukung atau hardware.

Dari sisi jaringan, misalnya, dinilai apakah sudah cepat, normal, dan lambat. Dari sisi aplikasi, dinilai apakah mudah digunakan, agak rumit, atau rumit. Sementara itu, dari sisi operator atau SDM, yang dinilai adalah aspek pemahaman. Kondisi perangkat juga dinilai. Mulai baik, kurang baik, hingga rusak.

Hasil sampling tersebut, rata-rata kecamatan sudah memiliki aplikasi, operator, hingga perangkat keras yang baik untuk menunjang kebijakan VC. Namun, masih ditemukan sejumlah kendala lain. Kecamatan Tandes, misalnya, mendapat nilai lambat untuk urusan jaringan, agak rumit untuk aplikasi, dan perangkat yang kurang baik.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Surabaya Irvan Dani Ananda menjelaskan, sampling itu juga melibatkan diskominfo dan Telkom sebagai penyedia jaringan internet di kantor kecamatan. Pengecekan tersebut bertujuan mengetahui potensi masalah yang harus diantisipasi agar layanan berjalan lancar dan memuaskan masyarakat. Mulai sisi jaringan, aplikasi, operator, hingga hardware. ”Hasil survei menyimpulkan bahwa sebagian besar indikator dalam kondisi baik untuk menunjang layanan,” ungkapnya.

Terkait kondisi di Tendes, dia menepis kabar jaringan yang lambat dan down. Yang terjadi, operator yang membantu penanganan layanan di Kecamatan Tandes saat itu agak gugup karena ada pemohon yang kurang sabar menunggu antrean. Jadi, ada operator lain yang membantu. Mereka menggunakan laptop dengan jaringan wifi yang bisa diakses banyak orang.

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO