Indonesia

Hari Dokter Nasional, Intip Perjuangan Mereka Melawan Corona

PANDEMI virus corona yang belum reda menjadi tugas berat bagi para dokter untuk memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang gugur selama bertugas untuk menyelamatkan nyawa para pasien yang terinfeksi covid-19.

Tepat pada hari ini, Sabtu 24 Oktober 2020, diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Perayaan Hari Dokter Nasional makin istimewa karena bertepatan dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ke-70. Tentunya momen ini menjadi penyemangat bagi para dokter dan staf medis lainnya untuk terus berjuang melawan pandemi.

Baca juga: Terpaksa Bepergian, Ikuti Tips Ini agar Terhindar dari Covid-19 

Sekadar diketahui, mengemban tugas sebagai dokter bukanlah sesuatu yang mudah. Mereka bertanggung jawab untuk tetap teguh memegang asas kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan asas kesejawatan antardokter. Bahkan tidak sedikit dari para dokter yang rela berkorban demi menyelamatkan masyarakat yang sakit.

Salah satunya adalah Dokter Spesialis Paru dr Ai Gozali, SpP, MD. Beberapa bulan lalu ia mencurahkan keluh kesahnya lewat curhatan di Instagram @aigozali06. Dokter muda yang berdomisili di Lampung itu sangat khawatir tertular virus corona dari pasiennya. Terlebih dengan sikap masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan.

Dokter Ai Gozali merawat pasien covid-19. (Foto: Instagram @aigozali06)

Sebelumnya Dokter Ai mengungkapkan bahwa dirinya bisa menjadi carrier virus corona yang dibawa ke lingkungan keluarganya. Terlebih bagi istrinya yang tengah hamil.

"Gimana kalau gue ketularan. Gimana kalau gue enggak ketularan, tapi jadi carrier, padahal istri gue lagi hamil dan kami sedang menanti anak kami lahir di tengah pandemi ini," ungkapnya.

Dokter Ai pun membandingkan ketakutan yang dirasakannya, sama seperti para tenaga medis yang bekerja mengatasi virus corona. Ia mengatakan hingga saat ini masih banyak pasien yang datang ke tempatnya dengan riwayat bepergian dari luar kota.

Baca juga: Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia 

Ia meminta beberapa bantuan dari masyarakat agar pandemi virus corona dapat segera berakhir. Salah satunya melalui peran serta kesadaran masyarakat untuk bepergian yang bisa menjadi media persebaran paling potensial.

"Doakan kami para staf medis. Jangan pernah sentuh muka sebelum mencuci tangan. Gue mohon banget enggak usah keluar rumah dulu kalau enggak penting banget, apalagi ke luar kota. Demi membantu memutus rantai penularan," lanjut Dokter Ai.

Pada akhir unggahannya, Dokter Ai mengatakan apabila masyarakat menurut dan menaati imbauan seperti physical distancing, kemungkinan kondisi ini bisa aman terkendali.

"Kalian enggak perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan," tuntasnya.

Football news:

Ex-President of Barca Laporta will take part in the new elections
Antonio Cabrini: Maradona would still be alive if he played for Juventus. The love of Naples was strong but unhealthy
Ferguson on Rashford's charity: Fiction for a young man. He should give me some advice
A Preston player who twice touched an opponent's genitals was disqualified for 3 matches for aggressive behavior
Atalanta Director: everything is fine with Miranchuk, there are no symptoms of coronavirus
Kovid mocks the Latvian championship: the team got only 8 people (but still did not finish the match)
Gerard Pique: We all hope that Messi will stay at Barca