Indonesia

Jangan Panik! Berikut Panduan Evakuasi jika Terjadi Tsunami di Tengah Covid-19

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan panduan untuk melakukan evakuasi jika terjadi becana gelombang tsunami di berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan laman resmi BMKG menjelaskan, kondisi bencana yang terjadi di tengah darurat corona memperburuk kondisi. Hal ini harus menjadi perhatian bagi pelaku kebencanaan di setiap daerah.

Pada prinsipnya kondisi bencana alam, orang akan cenderung berada dalam jarak yang berdekatan atau berdesakan. Baik karena tempat yang terbatas untuk evakuasi, maupun sekadar untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman.

"Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bila melakukan evakuasi dalam kondisi Covid-19 di mana orang harus menjaga jarak (physical distancing). Keadaan yang berdesakan saat berada di tempat evakuasi bisa menyebabkan tempat tersebut menjadi pusat infeksi virus corona," tulis BMKG dilihat Okezone, Selasa (29/9/2020).

Menurut BMKG, sebagian besar tsunami di Indonesia merupakan tsunami lokal yang disebabkan gempa bumi tektonik. Dari sana masyarakat di daerah gempa sudah menerima peringatan alami yaitu gempa bumi tersebut.

Baca Juga: 4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia 

Bagi masyarakat merasakan goncangan yang kuat atau gempa yang berayun lemah tapi lama, agar melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu peringatan dini tsunami ataupun perintah evakuasi dari pihak berwenang.

"Dalam melakukan evakuasi mandiri, sebisa mungkin masyarakat tetap memperhatikan jaga jarak fisik (physical distancing), menggunakan masker, dan harus mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di daerah masing masing (khususnya bagi daerah yang menerapkan PSBB)," terangnya.

BMKG menambahkan, evakuasi tsunami dalam panduan ini adalah untuk evakuasi dalam masa krisis peringatan dini tsunami, yaitu sesaat setelah terjadi gempa dan/atau pemicu lainnya seperti longsoran dibawah laut atau letusan gunung api di laut, disaat tsunami menerjang, sampai setelah ancaman tsunami dinyatakan selesai.

"Pada saat-saat tersebut masyarakat harus segera evakuasi menuju tempat yang aman (tempat evakuasi yang telah ditetapkan, dataran tinggi, atau menjauh dari pantai)," lanjut BMKG.

Baca Juga: Potensi Gempa dan Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Apa Kata BMKG? 

Setelah ancaman tsunami selesai tambahnya, masyarakat harus tetap berada di tempat evakuasi sampai ada pengarahan lebih lanjut dari pihak yang berwenang. Selama masih berada di tempat evakuasi tersebut, maka tetap melakukan menjaga jarak fisik (physical distancing), menggunakan masker, serta menjaga kebersihan.

"Panduan ini bisa menjadi referensi dan diadaptasi untuk keperluan evakuasi bencana lainnya maupun evakuasi pada saat tanggap darurat," tandasnya.

Rencana kesiapsiagaan tsunami dalam masa pandemi Covid-19 setidaknya meliputi:

1. Peninjauan lokasi rumah sakit. Melakukan evaluasi apakah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 berada di daerah rendaman tsunami atau tidak. Jika demikian, agar mempertimbangkan dipindahkan ke rumah sakit lain yang tahan gempa dan jauh dari kemungkinan rendaman tsunami.

Football news:

Neymar is out for three weeks due to injury. He will miss the match with Leipzig in the Champions League
Goretzka is the German GQ sportsman of the year. He is awarded for fighting racism and the pandemic
Bartomeu deleted his Twitter account after leaving Barca. He and his family received threats
Gennady Orlov about Khabib: Won-well done, but he's not the greatest
Forward Alaves Joselu: Barcelona is one of the best teams in the world. But they can be beaten
In England, they want 25% of coaches and 15% of managers to be from ethnic minorities. Only Southampton did not sign up
Zlatan okovide: the Virus challenged me and I won. But if you are not Zlatan, then do not risk it and think with your head