logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Jokowi dan Prabowo Bertemu, Begini Respons Habib Aboe PKS

Jokowi dan Prabowo Subianto berbincang di Istana. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera Habib Aboe Bakar Al Habsy merespons pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo. 

Habib Aboe menegaskan PKS tidak bisa mencampuri apa pun pilihan politik Prabowo dan Gerindra nantinya.
"Tentu kami menghormati pilihan politik yang diambil oleh Pak Prabowo. Kami tidak bisa mengurus dapur orang," kata Aboe, Sabtu (12/10).

Dia menegaskan, PKS siap dengan segala situasi yang ada. PKS, tegas dia lagi, siap berada di dalam atau di luar pemerintahan. Menurut Aboe, partainya sudah pernah melewati masa-masa berada di dalam pemerintahan saat zaman Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan di luar ketika masa Presiden Ketujuh RI Jokowi. 

"Saat zaman Pak SBY kami bersama pemerintah, kemudian di zaman Pak Jokowi kami di luar, semuanya baik-baik saja," ungkap bendahara Fraksi PKS di DPR itu.

Aboe menyatakan, kalau mengingat ketentuan Pasal 4 Ayat 1 UUD 1945 dapat disimpulkan bahwa presiden memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Ini menandakan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia menganut pola presidensial. 

Sebenarnya di sistem presidensial, hubungan antara presiden dan DPR tidak didesain dalam pola koalisi atau oposisi, melainkan lebih pelaksanaan checks and balance. "Jika memang kami harus melaksanakan fungsi checks and balance sendirian, insyaallah PKS siap menjalani," ujarnya. 

Menurut Aboe, ini adalah wujud kecintaan PKS kepada bangsa dan negara ini. Artinya, tentu tetap harus ada pihak yang mengambil peran untuk melakukan proses checks and balance.
"Jangan sampai pemerintah dibiarkan berjalan sendiri tanpa kontrol," paparnya.

Aboe menuturkan, penting mendudukkan pilihan politik ini secara proporsional bahwa tidak dalam satu kubu bukan berarti bermusuhan. Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun bangsa, sehingga harus ada yang mengambil peran menjaga keseimbangan. "Seperti ketika kita naik sepeda, perlu dikayuh kanan dan kiri agar bisa berjalan dan menjaga keseimbangan," tuntasnya.(boy/jpnn)

Themes
ICO