Indonesia

Jokowi Ungkap Data Kematian Corona RI Tinggi, PDIP: Pengingat Kita Semua

Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan persentase kematian akibat virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Sri Rahayu menyebut ungkapan Jokowi tersebut sebetulnya sebagai bentuk pengingat kepada masyarakat.

"Sebagai kepala negara beliau sampaikan ke kita semua untuk kita hati hati juga, dalam arti bagaimana hati hati termasuk kita gimana mencegah, gimana kita menghadapi, gimana kita menangani, termasuk bagaimana menyembuhkannya. Itu kan juga sebagai bentuk pengingat kepada kita semua, bukan sekedar ingatkan jumlah kematian tinggi dan sebagainya tetapi juga ingatkan bagaimana kita semua masyarakat Indonesia bahwa Corona itu ada, kita harus waspada," kata Sri saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Sri lalu menceritakan bagaimana masyarakat selama ini menanyakan soal Corona kepada dirinya. Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum percaya Corona itu ada di Indonesia.

"Masyarakat ini yang telfon pada saya sampaikan juga 'Corona ini nggak ada', kan begitu, 'ini buatan', itu masih ada, dari pagi telfon ke saya juga begitu ngomongnya, 'enggak ada ini Corona' katanya begitu, padahal kenyataannya ada, itu kan juga sebagai bentuk pengingat kepada kita semua," ucapnya.

Sri juga mengatakan memang masih ada beberapa kekurangan terkait pelayanan kesehatan. Meski demikian, menurutnya pemerintah sudah berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk merawat pasien Corona.

"Kalau dengan kerja yang sudah dilaksanakan Kemenkes, dan Gugus Tugas dibentuk kan kerjanya sudah berupaya semaksimal mungkin menangani, kalau sana sini ada kekurangan ya sudah pastilah. Nah artinya yang sebelumnya memang bisa diobati dengan entah rawat inap, rawat jalan sebelumnya kemudian bisa, meski belum sembuh total yang namanya jantung tidak bisa sembuh total, tetap pemeliharaan kesehatan harus jalan, lalu dipicu dengan Corona virus ini kan yang menyerang pernafasan pada akhirnya mempengaruhi kesehatan yang lain yang memicu untuk semakin parahnya akibat Corona. Pemerintah sudah berupaya sepenuhnya untuk hal tersebut," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap kasus kematian akibat Corona di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia, di mana Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen. Hal inilah yang menjadi tugas pemerintah untuk menekan kasus kematian.

"Kalau kita bandingkan dengan bulan lalu, rata-rata kematian di negara kita juga menurun dari 4,33 persen jadi 3,77 persen. Meskipun kalau kita bandingkan dengan rata-rata dunia, kita sedikit lebih tinggi karena rata-rata dunia mencapai 3,01 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan lagi agar rata-rata kematian bisa terus menurun," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional secara virtual, Senin (28/9).

(maa/gbr)

Football news:

Juve without Ronaldo could not beat Verona and Crotone in Serie A
Vardy has scored 11 goals in 12 games against Arsenal in the Premier League. Only Rooney has more
15,000 Teddy bears were planted at the Heerenveen match as part of a campaign to fight cancer. Toys sold for 230 thousand euros
Adidas and Pharrell Williams have reinvented the old forms of Real Madrid, Arsenal, Manchester United, Bayern Munich and Juve. The design is hand-made and celebrates imperfection
Barcelona filed a complaint about the refereeing of the match with Real Madrid to the Spanish football Federation
Depay dedicated a goal for Lyon to van Dijk: Stay strong, my brother
Fabio Paratici: We are negotiating a contract with Dybala. Interested in an extension