Indonesia

Kaum Intelektual Merupakan Pengemban Misi Suci

Suara.com - Setiap kawasan di muka Bumi ini telah melahirkan intelektualnya. Sejarah telah menunjukkan bahwa sebuah bangsa yang berkembang dan menjadi bangsa yang maju, tidak bisa dilepaskan dari peran serta para pemikir dan intelegensia bangsa tersebut.

Antonio Gramsci, seorang Marxis berkebangsaan Italia, dalam bukunya The Prison Notebooks, yang untuk pertama kali melihat kaum intelektual, dan bukan kelas sosial, sebagai kelompok penting dalam terselenggaranya sistem masyarakat modern.

Seperti pada peradaban Yunani Kuno, misalnya, kaum intelektual senantiasa mengambil peran penting dalam pencerahan peradaban bangsa-bangsa sepanjang sejarah. Babak baru peradaban modern di Inggris dan Jerman pada abad ke-17 dan ke-18 juga dimulai oleh kaum intelektual.

Sejak itu, bahkan mitos kaum intelektual sebagai agen perubahan sosial menjadi melegenda. Tampilnya kaum intelektual bukan saja mewarnai hidupnya yang bergaya modern dengan segala perangkatnya, melainkan telah pula memberikan tenaga dan pikiran untuk membangkitkan semangat bangsa yang telah terpecah belah.

Julian Benda, pemikir Prancis yang menulis La Trahison des Clercs menyatakan bahwa kebangkitan kaum elite ikut melahirkan gerakan-gerakan nasionalis, yang terutama dipimpin oleh kaum intelektual berpendidikan barat.

Perjuangan kaum intelektual Indonesia di masa kemerdekaan memiliki implikasi terhadap munculnya pandangan wawasan tentang kebangsaan Indonesia. Kemunculan Budi Utomo adalah awal lahirnya berbagai aspirasi di dalam pergerakan bangsa Indonesia menghadapi penjajahan.

Semula Budi Utomo merupakan gerakan kebudayaan (Jawa), tetapi karena diprakarsai oleh orang pribumi dan merupakan organisasi modern dari orang pribumi yang berpendidikan tinggi serta bertujuan memajukan orang pribumi, maka ia dianggap sebagai awal kebangkitan nasional.

Yoursay adalah tulisan, foto atau video karya warganet.
Isi tanggungjawab penulis.

Kirim karya anda ke email yoursay@suara.com

Football news:

Diamond in the center of the field: approximate line-up for the match with Valladolid
Stefano Pioli: Milan doesn't want to be seventh in the table. We are trying to change the situation
Solskjaer: Manchester United is always about winning. Fearless play from a position of strength is the DNA of our club
Setien has a great relationship with Abidal. They discussed the next season
Blanc about Rabiot: Juventus must be patient because they have a huge talent in their hands
Union wants to test 22 thousand spectators for coronavirus before a match, so that the club's games will be sold out
Nani: Cristiano could never accept defeat. After living with him, I also became allergic to them