Indonesia

Kreatif, Ibu PKK Ini Ciptakan Kerupuk Raksasa 'Sorgum Dewa'

KOTAWARINGIN BARAT - Kerupuk raksasa “Sorgum Dewa” menjadi buah bibir masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.

Ukurannya yang sangat besar bak raksasa menjadi produk olahan fenomenal di Kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji ini. Penciptanya adalah ibu-ibu tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada.(Baca juga : Perburuan Perampok 1 Kg Emas di Kobar Mulai Temui Titik Terang)

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Dewa, Roihatul Jannah mengatakan, kerupuk Sorgum Dewa diciptakan berawal dari sebuah guyonan di Desa Pangkalan Dewa.

"Awal mula membuat kerupuk ini dari guyonan (candaan) untuk dipersembahkan kepada Pak Camat pada sebuah acara. Kita buat kerupuk yang ukurannya jumbo ternyata dari guyonan itu malah mendapat respon baik," ujar

Kerupuk Sorgum Dewa ini diolah oleh ibu ibu PKK Desa Pangkalan Dewa melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Krupuk raksasa ini juga sudah menjadi usaha masyarakat setempat yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Meskipun terbilang baru, namun pesanan mulai banyak. Bahkan sudah mulai kewalahan untuk mengirim kerupuk raksasa tersebut ke sejumlah daerah.

Prosesnya menurut Roihatul memerlukan waktu dan cuaca. Karena jika tidak di mjemur dengan cuaca panas maka kerupuk sulit untuk mengembang. (Baca juga : Perampokan Toko Emas Bersenjata Api di Siang Hari Gegerkan Warga Kobar)

Untuk membuatnya, bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain tepung tapioka, tepung Sorgum, bumbu sesuai selera, garam dan air secukupnya. Setelah menjadi adonan kemudian dikukus. Setelah selesai kemudian dibentuk supaya bisa berukuran besar lalu dijemur.

"Awalnya membuat kerupuk ini bingung mencari wajannya (tempat penggorengan) maklum karena ukurannya jumbo jadi harus memesan penggorengan jumbo juga.”

Dia mengatakan, pertama kali mencoba menggunakan tempat penggorengan yang besar, kaget sekali menggoreng harus menggunakan puluhan liter minyak goreng.

"Awalnya kita isi 40 liter, ternyata masih kurang, terus kita tambah menjadi 50 liter masih kurang juga, akhirnya kita tambah lagi berkisar 70 literan baru bisa," tuturnya sembari menceritakan pengalamannya.

Untuk harganya sendiri berkisar Rp55 ribu isi dua kerupuk raksasa. Sedangkan yang ukuran normal harga relatif normal seperti kerupuk-kerupuk biasanya.

Bahan dasar Sorgum sendiri ternyata juga dibudidayakan oleh masyarakat Pangkalan Dewa. Sehingga tak perlu khawatir bahan kerupuk Sorgum Dewa kehabisan stok.

"Masyarakat banyak yang menanam, dan kini mulai banyak dilirik petani karena Sorgum ini juga bisa untuk beragam makanan, seperti madu mongso, stik, bubur, dan semua makanan lainnya bisa menggunakan Sorgum,” pungkas.

(nun)

Football news:

Ronaldo re-tested positive for the coronavirus. He probably won't play against Barca (Correio da Manha)
Simeone's most crushing defeat at Atletico: lack of Parti, clever adaptation of the flick and grandiose Coman
Barca players are unhappy that some players have extended their contracts with reduced wages (Marca)
Capello on the debut of the Beginning: Fantastic goal. I spoke with Gasperini, he is happy
A Spanish journalist compared Fati to a black salesman running away from the police. Barcelona sues (despite the apology)
We play with major soccer bandits, and I get a yellow for it? Mueller - referee of the match with Atletico
Samuel eto'o: Guardiola is great. He didn't go out just for Messi