Indonesia

Pandemi Covid-19 Picu Tren Deglobalisasi? Ini Penjelasannya

JAKARTA - Pandemi Covid-19 melahirkan adanya fenomena disrupsi globalisasi, bahkan lebih tajam lagi adanya deglobalisasi. Sebagian besar negara akan merespons dengan mengadopsi kebijakan yang lebih proteksionis untuk melindungi pasar domestik dari gangguan global.

Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didin S Damanhuri mengatakan, para pembuat kebijakan dan pebisnis perlu memikirkan kembali deglobalisasi yang disebabkan pandemi Covid-19.

"Negara-negara dipaksa untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya dari kapasitas produk domestik. Semua mengarah pada reorientasi pasar domestik," ujarnya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Bantuan Modal Kerja Rp2,4 Juta ke Pengusaha Kecil, Jokowi: Bisa Tambah Dagangan 

Dia melanjutkan, tren deglobalisasi juga memperbaiki format pembangunan setiap negara agar lebih berkeadilan. Bahkan pandemi Covid-19 ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk keluar dari ketergantungan impor. Apalagi, hampir aktivitas ekspor dan impor tidak berjalan dengan baik dan tidak banyak alternatif kerja sama dengan negara lain.

Menurut dia, kemandirian ekonomi nasional merupakan keniscayaan bagi negara ekonomi berkembang. Untuk itu, Indonesia perlu membangkitkan kembali produksi dan mengembangkan industrialisasi.

"Negara berkembang seperti Indonesia harus mempunyai kebijakan afirmasi, bagaimana membangun kemandirian jiwa dan mengubah struktur ekonomi yang tidak berkeadilan ini menjadi negara yang adil makmur dan sejahtera," katanya.

Baca Juga: Kepala BKPM Beberkan Cara Negara Bertahan dari Covid-19 

Peneliti Senior Indef Enny Sri Hartati mengatakan, persoalan utama dampak pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat terganggu. Hal ini berpengaruh pada sisi pasokan di mana produksi terganggu karena distribusi terganggu sehingga menyebabkan biaya menjadi tinggi.

Sementara dari sisi permintaan juga terganggu karena sumber pendapatan yang hilang sehingga menyebabkan daya beli masyarakat rendah.

"Alokasi anggaran dalam pemulihan ekonomi nasional harus benar-benar efektif dan tepat sasaran. Dari sekian triliun yang dialokasikan, berapa yang bisa terserap. Formulasi kebijakan harus mencakup dari sisi suplai dan demand," katanya.

(dni)

Football news:

Casemiro: bale is the top 3 in the world at his best level. But we must admit that he is not in the best shape right now
Ferran Torres: Every player wants to be in the attacking team, and city are one of the most attacking teams in the world
Manchester City have announced the transfer of Ferran Torres from Valencia
German Count Zeppelin, heated underpants and Herbert Chapman. The final that started the great Arsenal of the 1930s
Klopp has signed a contract with adidas. Liverpool have an agreement with Nike
Jose Mourinho: Casillas and I have a good relationship. Over the years, they developed into an honest friendship
Tottenham will buy Heybjerg from Southampton for 15 million pounds. And will release Walker-Peters for $ 12 million. Southampton Midfielder Pierre-Emile Heibjerg is close to changing clubs