Indonesia

Patuh Jalankan Protokol, Pengelola Mal Batasi Jumlah Pengunjung Jelang Idulfitri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan mal selalu patuh menjalankan protokol kesehatan.

Hal itu menanggapi lonjakan pengunjung pusat perbelanjaan menjelang Idul Fitri tahun 2021.

"Sejak awal pandemi yaitu sejak Maret tahun 2020 yang lalu, Pusat Perbelanjaan telah memiliki SOP ( Standard Operating Procedure ) dan memiliki komitmen serta keseriusan untuk selalu memberlakukan prokes secara ketat, disiplin dan konsisten," kata Alphonzus saat dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: 1.500 Aparat Gabungan Jaga Pasar Hingga Mal di Jakarta Pusat 

Menurutnya, puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan untuk keperluan belanja baju lebaran sudah terjadi 1-2 Mei 2021.

Alphonzus menegaskan langkah nyata yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 yakni membatasi jumlah pengunjung yang akan masuk secara bergantian.

"Kami juga menutup sementara akses masuk ke pusat perbelanjaan sampai dengan jumlah pengunjung telah berkurang," tuturnya.

Baca juga: Belum Ada Dampak Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat Masih Zona Hijau 

APPBI memastikan seluruh anggota pusat perbelanjaan juga telah memiliki Satgas Covid-19 yang akan terus melakukan patroli untuk memastikan bahwa semua yang berada di pusat perbelanjaan menaati dan menerapkan prokes.

Sebelumnya, Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono meminta pemerintah untuk meningkatkan kapasitas makan di restoran menjadi 75 persen.

Hal ini terkait tradisi buka puasa bersama (bukber) di bulan suci Ramadan.

Baca juga: Setelah Mudik, Pemerintah Larang Bukber dan Open House Saat Lebaran

Menurut Sutrisno, kapasitas makan di restoran 75 persen ini bisa dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Kalau jam operasional sudah ditambah menjadi 21.00 sekarang yang diharapkan ini bisa ditingkatkan kapasitas makan di tempat menjadi 75 persen dari sebelumnya 50 persen. Tapi jangan terlalu padat, bila itu dimungkinkan," kata Sutrisno 

Football news:

Scotland coach Clarke: There were a lot of good moments during the group stage, but no points scored
England are the most boring group winners in history. Two goals were enough! And at the World Cup, the Italians once became the first even with one
Dalic - to the fans after reaching the Euro playoffs: You are our strength, and we will be your pride
Modric became the youngest and oldest goalscorer in Croatia at the Euro
Czech Republic coach Shilgava: We came out of the group and fought with England for the first place. We got what we wanted
Gareth Southgate: England wanted to win the group and continue to play at Wembley-and it succeeded
Luka Modric: When Croatia plays like this, we are dangerous for everyone