Indonesia

Pemprov DKI Diminta Kaji Lebih Matang Wacana Gage di Seluruh Ruas Jalan

Jakarta -

Pemprov DKI mewacanakan penerapan ganjil genap (gage) di seluruh ruas jalan di Jakarta selama 24 jam untuk membatasi pergerakan warga di masa PSBB transisi. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, meminta Pemprov DKI mengkaji lebih dalam wacana itu.

Mulanya Yayat menyebut pembatasan mobilitas publik ada hal yang sah-sah saja. Namun penerapan ganjil-genap di seluruh ruas jalan itu harus seiring dengan pembatasan kegiatan lainnya, seperti kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan.

"Contohnya dari Jumat orang mau Jumatan 'eh motor kamu ganjil apa genap' gitu ya itu kalau di diberlakukan di seluruh ruas Jakarta, harus dilihat dulu apa yang kira-kira kegiatan yang punya potensi kebangkitan (penyebaran virus) tinggi dan tidak semua tempat di Jakarta itu dekat dengan fasilitas publik," kata Yayat saat dihubungi, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, akan lebih efektif jika pembatasan pergerakan warga itu dengan menerapkan PSBB seperti sedia kala. Dimana hanya beberapa tempat yang diperbolehkan beroperasi seperti rumah sakit hingga toko farmasi.

"Menurut saya kebijakan-kebijakan untuk membuat ganjil-genap di seluruh jalan Jakarta itu harus dikaji dan dipertimbangkan lebih matang karena tidak semua orang bisa naik angkutan umum, naik angkutan umum harus keluar duit, harus berpindah berapa kali," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terkait aturan kebijakan ganjil-genap di masa PSBB transisi. Menurutnya, kebijakan ganjil-genap itu dilakukan untuk membatasi pergerakan masyarakat saat PSBB transisi.

"Jadi implementasi saat ini, sekali lagi, instrumen kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pengendalian pergerakan warga, karena sejak dihapuskannya SIKM tanggal 14 Juli, maka tidak ada lagi instrumen pengendalian pergerakan warga di Jakarta. Saat ini kewenangan yang utuh ada di kami terkait dengan pembatasan lalu lintas berupa sistem ganjil-genap," ujar Syafrin di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

"Oleh sebab itu, jika dari hasil evaluasi ternyata pelaksanaan pembatasan lalin dengan pola ganjil-genap pada 25 ruas jalan waktunya dibagi dua periode waktu, di pagi hari, sore harinya jam 16.00-21.00 WIB hanya berlaku untuk kendaraan bermotor roda empat ini akan kami evaluasi," sambungnya.

Syafrin mengatakan pihaknya juga membuka opsi untuk memberlakukan ganjil-genap di seluruh ruas jalan Ibu Kota selama 24 jam. Menurutnya, hal itu juga sudah diatur dalam Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang PSBB transisi.

"Bukan tidak mungkin pola ganjil-genap yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa diterapkan. Apa itu? Itu adalah bisa diterapkan di seluruh ruas jalan, bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan, tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan," katanya.

(isa/eva)

Football news:

B-36, Senderyuske and Kolos from the village of Kovalevka. These teams, unlike Dynamo, reached the next round of the Europa League
đŸ’„ A Europa League match in which everything seems crazy: the score is 6:6, a comeback with five, a winning penalty shootout from the debutant goalkeeper
Depay may move to Milan from Lyon as part of a Package deal
Rafael Benitez: The rivalry with Jose was good for the game. Liverpool were able to compete with Chelsea
Liverpool can play Arsenal, Tottenham can play Chelsea in the 4th round of the League Cup
Coach of Lokomotiv Tbilisi: the victory over Dynamo made Georgians proud of us
Another facet of Dynamo's shame: the composition of Muscovites is 15 times more expensive than that of the Tbilisi Locomotive