Indonesia

Penembak Laskar FPI Dikabarkan Tewas Kecelakaan, Komnas HAM: Perlu Disampaikan kepada Publik

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Polri transparan terkait informasi penanganan kasus dugaan unlawful killing terhadap empat laskar FPI.

Termasuk mengenai salah satu polisi berstatus terlapor dalam kasus itu yang dikabarkan meninggal dunia.

”Kami berharap prosesnya cepat dan dapat dilakukan secara komprehensif. Semua informasi terkait kasus tersebut juga bisa transparan dengan proses akuntabel. Termasuk informasi terkait salah satu (polisi terlapor) yang meninggal,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Jumat (26/3).

Anam menyebut, Komnas HAM sebelumnya juga telah mendapat informasi dari polisi terkait satu terlapor yang meninggal itu.

Namun, Anam enggan menjelaskan secara rinci kapan mendapatkan informasi tersebut.

Baca juga: Alasan Polri Baru Ungkap Kematian Polisi Terduga Penembak Laskar FPI yang Tewas Sejak Awal Tahun

Baca juga: Polri Tunjukkan Akta Kematian Pastikan Seorang Terduga Penembak Laskar FPI Tewas Akibat Kecelakaan

Selain pengusutan meninggalnya empat anggota laskar FPI di tangan polisi, Anam juga mengingatkan soal rekomendasi lain yang diberikan Komnas HAM terkait peristiwa itu.

"Kami mengingatkan rekomendasi Komnas HAM ada beberapa hal, ada soal penegakan hukum, senjata, dan lain-lain. Semakin cepat prosesnya dengan akuntabilitas dan transparansi proses akan semakin baik," kata dia.

Serupa dengan Komnas HAM, anggota Kompolnas Poengki Indarti juga meminta Polri menyampaikan penyebab meninggalnya anggota polisi tersebut ke publik secara terbuka.

Hal ini perlu dilakukan supaya tidak menimbulkan kecurigaan di publik terkait kasus tewasnya polisi penembak pengawal Habib Rizieq tersebut.

”Saya tidak tahu kapan salah seorang terlapor kasus unlawful killing meninggal dunia karena kecelakaan. Perlu disampaikan kepada publik agar publik paham dan tidak muncul kecurigaan,” kata Poengki kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Football news:

UEFA President: Look at Bayern: they have no debt, and they won the Champions League. Rummenigge, Watzke and Al-Khelaifi helped me a lot
Manchester United fans held a protest against the Glazers, blocking the entrances to the club's base: We decide when you play
Perez and Agnelli are sure that 90 minutes is a lot for matches. Three years ago, we officially wanted to play for an hour, but with time stops
Ceferin about the Super League: Barcelona was the least disappointing. Laporta is a cunning negotiator and has found an exit strategy
Perez on Ramos' contract: I love Sergio like a son, but we haven't reached an agreement yet. Real Madrid president Florentino Perez has clarified the situation with the contracts of defender Sergio Ramos and midfielder Luka Modric
Fernandinho: No one who loves the game has supported the Super League. Football won
In response to the threat of the Super League, the Champions League was created 30 years ago. Reformers chose the lesser evil - so super clubs appeared