Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Pengamat Sebut Demokrat Mulai Lobi Baru untuk Koalisi, Langkah Keluar Koalisi Dinilai Tidak Strategis

Ketua Umum AHY kumpul bersama seluruh Ketua DPD Demokrat di kantor pusat, Jakarta. Foto: Instagram @agusyudhoyono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Usai keluar dari koalisi Perubahan untuk Persatuan, Partai Demokrat memulai langkah-langkah politik baru. Termasuk berkoalisi dengan partai lainnya.

Pengamat Komunikasi Politik, Firdaus menyebut keluarnya Demokrat ini sebenarnya pilihan yang merupakan bentuk kekecewaan dari para elit politik yang gagal memasangkan Anies dengan AHY.

"Keluarnya PD dari koalisi perubahan atas keinginan elite yang kecewa pada Anies yang gagal berpaket dengan AHY. Itu pilihan," ungkap Firdaus kepada fajar.co.id Sabtu (9/9/2023).

Mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin itu menilai langkah Demokrat keluar dari koalisi tidak strategis. Terlebih saat kekecewaan itu dipertontonkan ke hadapan publik.

"Namun pilihan itu tidak strategis apalagi kekecewaan yang dipertontonkan ke publik diiringi kata dikhianati," ungkapnya.

Disisi lain, langkah Surya Paloh menggandeng PKB akan semakin menguatkan koalisi Perubahan. Dia melihat Demokrat sepertinya kesulitan membangun koalisi dengan Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

Posisi AHY untuk duduk sebagai cawapres dinilai sulit. Lain halnya saat Demokrat masih bergabung dengan koalisi Perubahan, maka akan lebih menguatkan sisi Anies.

"Bisa jadi bagi PD menyakitkan tapi Surya Paloh memiliki koalisi gandeng PKB menguatkan koalisi perubahan. Demokrat kini kesulitan bangun koalisi dengan Prabowo dan Ganjar, posisi AHY cawapres bagi keduanya juga nampaknya sulit. Berbeda jika tetap koalisi Nasdem, Demokrat, PKS dan PKB justru makin kuat," sambungnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: