Indonesia

Penjelasan Bapeten Terkait Kasus Penyelundupan Bahan Berbahaya di Tasikmalaya

Merdeka.com - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menyebut bahan berbahaya yang diselundupkan pelaku di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat bukan bahan nuklir, melainkan tailing dari penambangan timah yang sudah diolah dalam bentuk batako. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan.

"Perlu diketahui bahwa tailing tersebut merupakan produk samping dari pengolahan pasir timah, yang secara umum mengandung mineral ikutan berupa TENORM (Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material) seperti kandungan monazite, termasuk di dalamnya unsur uranium, thorium, dan material tanah jarang," ungkap Indra dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, Jumat (10/4).

Namun demikian, prosentase kandungan uranium dan thorium di dalam tailing tersebut sangat kecil, sehingga pengangkutan tailing dalam bentuk batako bukan pengangkutan bahan nuklir. Untuk pengangkutan bahan nuklir, harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenaganukliran, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2015 tentang Keselamatan Radiasi dan Keamanan dalam Pengangkutan Zat Radioaktif.

"Di mana sesuai ketentuan tersebut baik pihak pengirim atau penerima wajib memiliki Izin Pemanfaatan dari Bapeten dan pihak pengangkut wajib memiliki izin dari Kementerian Perhubungan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menangkap seorang warga berinisial WS (42), warga Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya di rumahnya. Ia ditangkap karena diduga melakukan penyelundupan bahan nuklir.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, penangkapan yang dilakukan pihaknya merupakan pengembangan kasus yang diselidiki Polda Bangka Belitung. Tidak tanggung-tanggung jumlah yang diselundupkannya pelaku mencapai 7 truk.

"Kita diminta melakukan pengembangan kasus penyelundupan tujuh truk bahan nuklir yang terjadi di sana," ujarnya, Selasa (7/4).

Setelah itu polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga menyelundupkan tujuh truk bahan nuklir dengan modus menyembunyikannya di bawah tumpukan bata.

WS diketahui merupakan warga Majalengka, namun berdomisili di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. "WS sudah kita serahkan ke Polda Babel untuk menjalani proses lebih lanjut. Dia ini sebelumnya memang DPO Polda Bangka Belitung," katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka diduga telah melanggar Undang-undang Minerba, ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar. [cob]

Football news:

Russia, Germany and Portugal qualify for the Champions League (Bild)
Barcelona will not buy Neymar for 175 million euros and will focus on the transfer of Lautaro
🔙 Spanish football will return for the second half of Rayo Albacete. The first one was played six months ago, when the match was stopped because of zozuli's insults
Ulreich doesn't want to be Bayern's third goalie. He can move to Schalke
Lionel Scaloni: Lautaro will get better playing with Messi. He has a great future, but we need to give everything we can
The reading player criticized Phil Neville: I was hurt by the words that the England team was used as a springboard
Casillas on the best players in the history of Real Madrid: Di Stefano and Ronaldo