Indonesia

Perjalanan Tren Fashion Pria, dari Celana Kodok hingga Air Jordan

DUNIA fashion saat ini tidak hanya terbatas bagi para perempuan. fashion bagi para pria pun nampaknya semakin digemari. Memang, saat ini pria juga tertarik untuk memperbaiki penampilannya.

Evolusi fashion pria dimulai dari perubahan pola pikir yang mengubah pakaian menjadi sesuatu yang bergengsi dan berharga daripada hanya sekedar berfungsi untuk menutupi tubuh.

Jika kita amati, mode pria telah berkembang seiring waktu. Bila dibandingkan dengan wanita, mode pria tampak tidak terlalu rumit dan hambar, namun terlihat lebih praktis dan nyaman ketika dikenakan.

Selain transformasi pola pikir, iklim politik, budaya, gaya seragam dan beberapa faktor lain juga mempengaruhi evolusi gaya laki-laki. Kita dapat melihat bentuk perubahan warna, pola khas hingga perubahan siluet sehingga kita bisa menebak dari dekade mana ia berasal.

Mulai dari era Perang Dunia I hingga revolusi industri 4.0 kini, inilah timeline evolusi fashion pria dari masa ke masa:

1920-an – ERA REVOLUSI INDUSTRI

fashion pria

1920-an merupakan era di mana semua mobil berkeliaran di jalanan dan kebanyakan pria bekerja di industri otomotif atau sektor pemerintahan. Para pria kebanyakan mengenakan pakaian yang nyaman namun formal seperti baju katelpak.

Item fashion khas yang terlihat pada pria era 1920-an adalah celana kodok dengan tambahan tas dan topi Oxford yang biasanya dikenakan oleh anggota kerajaan Inggris.

Tren celana panjang baggy dibuat oleh Oxford University dengan bagian kaki lebar, sementara para pekerja otomotif mengenakan terusan dengan ikat pinggang. Kaum kelas atas mengenakan topi trilby yang biasanya dikenakan ketika melihat balapan kuda. Sedangkan untuk para pekerja, mereka biasanya mengenakan topi kain untuk bekerja.

Football news:

Patrice Evra: Van de Beek doesn't need Manchester United. Why did we buy it?
Zidane on critics: We are not here to shut them up. We believe in what we do
Koeman to the referee of the match with Real Madrid: For what? Have you seen the footage of the game with Getafe? VAR only works against us
Gasperini on 1:3 with Sampdoria: I hurt Atalanta by experimenting with the team
Alexander Kerzhakov has a coronavirus. He missed Tomi's match (Metaratings)
Busquets about 1:3 in the Clasico: Real Madrid's victory was determined by a penalty. Barca were punished excessively
Conte about 2:0 with Genoa: Inter are aware of their strength, and this helped us play with confidence