Indonesia

Perlunya Menjaga Keseimbangan Asam Basa Tubuh

Tubuh manusia cenderung bersifat basa sehingga penting menjaga asam basa pada tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tubuh manusia diciptakan memiliki keseimbangan antara jumlah oksidan (radikal bebas) dan antioksidan. Menurut dokter spesialis anti aging Haekal Anshari, tubuh manusia cenderung bersifat basa atau alkali. Sebab itu penting menjaga asam basa pada tubuh bagi kesehatan.

"Tubuh manusia diciptakan cenderung basa atau alkali. Tetapi akan menjadi tidak seimbang karena kelebihan asam akibat pola hidup zaman now," ujar Haekal dalam konferensi di kawasan Jakarta Barat, Ahad (16/9).

Menurut dia, sebagian besar masyarakat zaman sekarang lebih sibuk. Mereka mengonsumsi makanan tidak sehat yang serba instan dan cepat saji. Kemudian tidur kurang dan merokok. Ditambah lagi mereka kerap terdampak polusi di perkotaan. Kata Haekal hal tersebut bisa mengganggu keseimbangan tubuh. Jumlah radikal bebas lebih banyak dibandingkan jumlah antioksidan.

Ia mengatakan, gejala awal dari tubuh yang cenderung asam, seseorang menjadi lebih mudah lelah dan nyeri otot. Tubuh juga cenderung obesitas karena sulit menurunkan berat badan. Haekal juga menyebut, darah akan menjadi lebih kental, membuat peredaran darah yang membawa nutrisi ke seluruh organ tubuh menjadi tidak lancar. Buntutnya tubuh menjadi tidak sehat.

Haekal menambahkan, kalau tubuh cenderung asam maka tubuh akan berusaha mengompensasinya sendiri. Dengan cara mengambil cadangan kalsium yang ada di dalam tulang sehingga tulang menjadi mudah keropos. Sel tubuh juga akan terganggu dan mudah mengalami stres yang menyebabkan beragam komplikasi. Mulai dari sistem kekebalan tubuh menurun, sel tubuh berumur pendek yang menyebabkan penuaan dini.

"Ini baru gejala-gejala awalnya sampai nanti bisa menyebabkan penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, dan kanker," kata Haekal.

Maka, Haekal menyarankan agar masyarakat lebih menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, dan tidur cukup. Selain itu, ia mengatakan, bisa pula mengonsumsi air mengandung PH 8+ yang bersifat basa.

Haekal menyebut, banyak penelitian yang menyatakan air yg PH nya 8+ memiliki molekul hidrogen yg lebih banyak. Berdasarkan penelitian, molekul hidrogen ini memiliki sifat anti oksidan, antiiflamasi, antiperadangan, dan antikematian sel.

"Makanya kalau tubuh kita diciptakan Tuhan cenderung basa tetapi kita terpapar radikal bebas secara terus menerus tubuh kita akan menjadi kelebihan asam menjadi tidak seimbang," tutur Haekal.

Football news:

Klopp on the championship: I would never compare myself to Dalgliesh and Shankly
Dimitar Berbatov: Earlier it was about the championship of Manchester United, now it is about the top 4
Zidane wants to see Mane at Real Madrid, but the club cannot afford this transfer
Manchester United and Manchester City have made inquiries about Griezmann. Barcelona does not want to let him go
Alaba and Coulibaly, among the purposes of the transfer of Guardiola. He wants to start rebuilding at Manchester City
The new Chelsea uniform is inspired by London tailors. With the logo Three, Lampard's team immediately missed out on three from West ham
Hakimi on racism: Everyone should talk about it, not just the players. Everyone needs equal rights