Indonesia

Pers Jerman Tentang Ledakan Beirut: Tragedi Negara Gagal, Bantuan Internasional Mendesak

Pers Jerman Tentang Ledakan Beirut: Tragedi Negara Gagal, Bantuan Internasional Mendesak

Harian "Frankfurter Allgemeine Zeitung" (FAZ) yang terbit di Frankfurt menulis mengenai ledakan hebat di Beirut dalam tajuknya:

"Sejak bertahun-tahun pimpinan politik di Libanon tahu tentang Ammoniumnitrat dalam jumlah besar yang ditumpuk di gudang pelabuhan Beirut. Bahwa mereka meremehkan risiko yang begitu besar, hanya menambah daftar kelalaian dan tindakan tidak bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan warganya. Tragedi hari Selasa adalah rapor terburuk bagi elite politik Lebanon, dan menunjukkan gagalnya negara yang terpecah-pecah berdasarkan agama.

Harian "Tagesspiegel" yang terbit di Berlin berkomentar:

"Beirut adalah korban raibnya otoritas negara, pengawasan kemananan maupun pelayanan warga. Jika tidak, bagaimana mungkin berton-ton bahan berbahaya itu bisa disimpan di pelabuhan tanpa pengamanan memadai? Situasi di Libanon sekarang bisa menjadi lebih eksplosif lagi. Kemarahan warga, yang akan muncul setelah masa berduka berlalu, bisa lepas kendali, atau dieksploitasi untuk memancing campur tangan dari luar. Dunia sudah menggerakkan mekanisme bantuan. Semoga cukup besar dan memadai. Tapi dunia tidak mampu melindungi warga Lebanon dari tindakan tidak bertangungjawab para pemimpin politiknya."

Harian "Neue Osnabrücker Zeitung" menanggapi berbagai spekulasi yang muncul setelah ledakan hebat di Beirut:

"Apa yang menyebabkan ledakan hebat di Beirut, hal itu sekarang harus diteliti para ahli. Namun sebuah bencana besar seperti biasanya menyulut berbagai spekulasi liar. Bahkan Presiden AS, dengan caranya yang membingungkan, turut memicu spekulasi, ketika menyatakan bahwa ledakan Beirut adalah sebuah serangan, tanpa menyampaikan bukti-bukti. Memang situasi di Libanon diwarnai ketegangan antara kelompok Kristen, milisi Hizbullah dan kelompok Sunni. Jika kedukaan pada hari-hari mendatang berubah menjadi kemarahan, Beirut bisa kembali meledak."

Harian "Kölner Stadt-Anzeiger" menggarisbawahi pentingnya bantuan internasional untuk membangun kembali Beirut:

"Memang penting bahwa Komisi Eropa segera memutuskan pengiriman 100 tenaga bantuan penanggulangan bencana ke Libanon. Tapi harus ada bantuan lebih besar lagi. Ini bukan hanya kewajiban moral, melainkan juga kepentingan Eropa sendiri sebagai kawasan tetangga Timur Tengah. Jika Libanon pecah, dampaknya akan langsung terasa di Eropa. Dan kita jangan lupa, dibandingkan dengan jumlah penduduknya, Libanon telah menampung lebih banyak pengungsi Suriah daripada setiap negara lain di dunia."

Harian "Passauer Neue Presse" dalam tajuknya menulis:

Besarnya bencana ini mengingatkan dunia, bahwa ada hal-hal yang hanya bisa dihadapi dengan solidaritas internasional. Kita semua adalah Beirut. Syok kolektif yang diperkuat oleh kehadiran media dan gambar-gambar mengetuk hati dan meminta bantuan semua. Bantuan darurat dibutuhkan segera, termasuk pengiriman unit-unit dan sistem medis bergerak, yang dimiliki negara-negara industri maju.

hp/as (dpa, afp)

Football news:

8 is Bavaria's favorite number. Now she beat Schalke: Gnabry scored a hat-trick, Sane scored 1+2, Lewandowski came up with an assist by rabona
Liverpool agreed a 5-year contract with Jota. The transfer amount could be 43 million euros
I left everything and went to the other side of the world for my favorite team. The heartwarming story of a Norwegian fan in love with Santos
Lewandowski scored in the 1st round of the Bundesliga in 7 seasons and repeated the championship record
Gnabry scored a hat-trick against Schalke
Lewandowski scored for Schalke in their 10th Bundesliga game in a row. This is a League record
Gnabry scored the fastest goal in 18 years in the opening match of the Bundesliga