logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Petani Ternate Enggan Budidayakan Kayu Manis

Pemda diminta memberi insentif agar petani mau kembangkan kayu manis.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Tanaman kayu manis di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), yang sejak zaman dulu sudah terkenal kekhasan aromanya, terancam tinggal kenangan. Petani setempat tidak berminat lagi membudidayakan kayu manis.

Salah seorang petani di Kota Ternate Hamdal di Ternate, Ahad (25/8), mengatakan para petani di daerah ini tidak berminat lagi membudidayakan kayu manis. Nilai ekonomi kayu manis tidak seberapa jika dibandingkan dengan menanam cengkih atau pala.

Tanaman kayu manis baru bisa diproduksi berusia sekitar 10 tahun dan itu pun yang bisa menghasilkan uang hanya kulitnya. Sedangkan kayunya tidak memiliki nilai ekonomi karena tidak dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

Menurut dia, satu pohon kayu manis hanya menghasilkan Rp 1 juta-an. Jumlahnya jauh lebih kecil jika dibandingkan hasil cengkih atau pala. Satu pohon cengkih atau pala bisa menghasilkan Rp 5 juta-an dan produksinya berkesinambungan.

Petani sekarang hanya menanam kayu manis sebagai batas kebun. Itu pun jika keberadaannya menghalangi pertumbuhan cengkih dan pala biasanya ditebang karena bisa memengaruhi produktivitas kedua jenis tanaman rempah itu.

Salah seorang pelaku usaha kuliner tradisional di Ternate, yang bahan baku usahanya memanfaatkan kayu manis, Idrus, mengakui belakangan ini semakin sulit untuk mendapatkan kayu manis produksi dari Ternate. Ia terpaksa mendatangkan dari wilayah Halmahera.

Para pelaku usaha kuliner tradisional yang bahan bakunya menggunakan kayu manis, seperti kopi rempah dan aneka jenis kue lebih suka memanfaatkan kayu manis dari Ternate. Aroma kayu manis lebih harum jika dibandingkan kayu manis dari daerah lainnya di Malut.

Ia menyarankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate untuk memberikan insentif kepada petani di daerah ini. Sehingga petani mau kembali membudidayakan kayu manis secara besar-besaran atau menjadikannya sebagai tanaman penghijauan di kawasan hutan kritis yang dibiayai pemerintah.

Kayu manis selain dimanfaatkan untuk bahan baku makanan, juga dipakai untuk bahan pengobatan herbal. Seperti untuk penyakit diabetes, gangguan pencernaan, dan menurunkan darah tinggi.

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO