Indonesia

Polres Timor Tengah Selatan Tahan Dua Tersangka Korupsi Landscape Kantor Bupati

Merdeka.com - Penyidik unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menahan dua orang tersangka kasus korupsi sejak Rabu (28/10) kemarin.

Dua tersangka tersebut adalah EYA, selaku konsultan pengawas dan HF, selaku Kasubag Tata Usaha dan Keuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Keduanya ditahan terkait dugaan tindak pidana korupsi, dalam pekerjaan konstruksi jalan dan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan TA 2014 dengan nilai kontrak Rp3.484.679.000, yang menyebabkan kerugian negara Rp548.931.408 sesuai hasil audit investigasi BPKP Nusa Tenggara Timur.

Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Hendrick Bahtera, menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan kedua tersangka langsung ditahan. "Telah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga telah terlibat dalam kasus korupsi ini," katanya, Kamis (29/10).

Menurut Hendrick, tersangka EYA selaku konsultan pengawas dan HF selaku Kasubag Tata Usaha dan Keuangan, dijerat pasal 2 Ayat (1), pasal 3 dan pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, yang dirubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara

"Penyidik Sat Reskrim polres TTS telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka. Saat ini kedua orang tersangka telah diamankan di ruang tahanan Polres Timor Tengah Selatan," ujarnya.

Sebelumnya, berkas perkara kasus dugaan korupsi landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tahun 2014 dinyatakan lengkap, atau P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri SoE. Kasus landscape Kantor Bupati Timor Tengah Selatan TA 2014 ini ditangani penyidik unit Tipikor Sat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, sejak beberapa waktu lalu.

Berkas perkara yang sudah P21adalah Berkas Perkara tersangka Ming Fallo dan Erik Ataupah. Tersangka Erik Ataupah merupakan konsultan pengawas yang berperan membuat laporan fiktif perkembangan proyek hingga 80 persen, sehingga terjadi kelebihan pembayaran pada kontraktor. Sementara Ming Fallo merupakan mantan Kepala Tata Usaha bagian umum pada sekretariat daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Pembangunan landscape kantor bupati Timor Tengah Selatan pada tahun 2014, yang menelan anggaran Rp3,4 Miliar dan dikerjakan oleh CV Marga Madu Indah (MMI) Surabaya terindikasi beraroma korupsi.

Indikasi korupsi muncul dari pembayaran pekerjaan yang melebihi volume kerja. Tersangka Edy Oematan selaku PPK dan Djuarin selaku Kontraktor CV MMI Surabaya pun diuntungkan. Akibat praktik tersebut, berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 548.931.408

Proyek senilai Rp 3,4 milyar ini dimenangkan PT Marga Madu Indah Surabaya. Dalam pelaksanaan progres fisik pekerjaan baru mencapai 60 persen namun konsultan pengawas melaporkan pekerjaan sudah mencapai 81,23 persen dan dana sudah dicairkan sehingga negara dirugikan Rp 548.931.408. [lia]

Football news:

Solskjaer about Manchester United: We didn't start the Premier League like the others, because of the European Cup and pre-season, which we didn't have
Why is soccer called soccer in the United States (and not only there)? Is it true that this name was invented by the British?
Ole Gunnar Solskjaer: We look at Manchester United through the lens of history. We want to attack and dominate
Koeman on the crisis: We must help Barca in the name of our love for her. We need to think about what's best for the club
Bayer midfielder Bailey named son Leo Cristiano: This has nothing to do with football at all
Tuchel after 2:2 with Bordeaux: I always protect the players, but I refuse to do this. You can't play matches of this level
Ole Gunnar Solskjaer: Any decision I make is for the good of Manchester United. The main thing is the result