logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Sandiaga Uno Satu Panggung dengan Inisiator Garbi Anis Matta

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno satu panggung dengan mantan presiden PKS yang juga inisiator Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia ( Garbi) , Anis Matta, dalam acara diskusi Melati Putih Indonesia Milenial (MPIL) di Kawasan Jalan Raden saleh, Jakarta, Minggu, (14/7/2019).

Sandiaga mengenakan poloshirt biru muda duduk berdampingan dengan Anies Matta yang mengenakan kemeja lengan panjang.

Dalam kesempatan tersebut, baik Sandiaga maupun Anis Matta sama sama membahas mengenai peran milenial dalam pembangunan bangsa ke depan.

Sandiaga mengatakan milienal harus jadi bagaian perubahan Indonesia . Apalagi pada pilihan kemarin 17 April lalu menurutnya mayoritas warga Indonesia menginginkan perubahan terutama dalam bidang ekonomi.

Baca: Gempa 7,2 SR Guncang Halmahera, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Baca: Dedi Tewas Tertembak di Acara Pernikahan, Pelakunya Oknum Polisi?

Baca: Pengunjung Sate Khas Senayan Meningkat Pasca Dikunjungi Jokowi dan Prabowo

"Ada yang memberi kepercayaan tersebut pada presiden sekarang ada yang juga yang mempercayakan sebagian pada chalanger (penantang)," katanya.

Sementara itu Anis Matta mengatakan peran milenial sangat dibutuhkan sekarang ini. Indonesia akan menghadapi masalah besar ke depannya. Sehingga, harus ada kesiapan dari milenial untuk menghadapi masalah tersebut nantinya.

"Kita di Indoesia akan menghadapi masalah besar. Ketika datang anda (milenial) semua ada dipertengahan itu," katanya.

Masalah yang dihadapi itu yakni residu dari konflik global. Salah satu contohnya yakni perang supremasi antara Ameriksa Serikat dan Tiongkok.

"Residu) itu terjadi di semua sektor kehidupan, ada perang teknologi, ada perang dagang, dan perang militer bisa terjadi. Ini residunya besar," pungkasnya.

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO