logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Sejak 2018, Bos Microsoft Yakin Virus Corona Akan Bunuh Jutaan Manusia

BEIJING - Sebelum wabah Virus Corona dari China heboh, ternyata Bos Besar Microsoft Bill Gates 'sudah meramalkan' wabah virus Corona China sejak 2018 dan memperingatkannya akan membunuh 30 juta umat Manusia

Seperti dilansir dari Dailystar, Jumat (24/1/2020), Bill Gates telah memperingatkan pada 2018 bahwa supervirus baru bisa melenyapkan 30 juta orang hanya dalam waktu enam bulan.

Pendiri Microsoft mengatakan pada konferensi bahwa perencanaan tingkat militer diperlukan untuk menghentikan super-patogen yang menghancurkan Bumi. BACA JUGA: Pendapat Ahli Soal Virus Corona dari China

Berbicara pada 2018 di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Massachusetts Medical Society, Gates dilaporkan mengatakan tidak ada perasaan "urgensi" ketika berhadapan dengan ancaman biologis, menurut Business Insider.

Gates mengatakan: "Dunia perlu mempersiapkan pandemi cara militer mempersiapkan perang virus mematikan,"

"Ini termasuk simulasi dan latihan kesiapsiagaan lainnya sehingga kami dapat lebih memahami bagaimana penyakit akan menyebar dan bagaimana menangani hal-hal seperti karantina dan komunikasi untuk meminimalkan kepanikan.BACA JUGA: Virus dari China berdasarkan penelitian medis

Orang terkaya di dunia itu kemudian berniat meluncurkan studi lengkap oleh Institute for Disease Modeling yang menunjukkan seberapa cepat suatu penyakit baru bisa bermigrasi.

Dia mengatakan: "Simulasi animasi oleh Institute for Disease Modelling ini menunjukkan apa yang akan terjadi jika patogen udara yang sangat menular dan mematikan - seperti flu 1918 - akan terjadi hari ini. Hampir 33 juta orang di seluruh dunia akan mati hanya dalam enam bulan."

Menurut para peneliti mengklaim infeksi virus ini sama dengan kadar Bisa ular King Cobra, Para ahli menyimpulkan Ular yang sangat berbisa bisa berada di belakang virus corona mematikan China yang telah menginfeksi ratusan orang.


Para peneliti menganalisis kode protein yang disukai oleh coronavirus dan membandingkannya dengan kode protein dari coronavirus yang ditemukan pada hewan yang berbeda seperti burung, ular, landak, kelelawar, dan manusia.

Para ahli percaya kelelawar buah bisa menjadi "tuan rumah" bagi virus tersebut ketika para peneliti meremehkan kondisinya yang mirip dengan pneumonia dan SARS.

Kota Wuhan saat ini ditutup atau diisolasi karena virus terus menyebar. Pemerintah Kota Wuhan mengatakan semua jaringan transportasi perkotaan ditutup. Penerbangan keluar dari kota itu mulai ditangguhkan pada pukul 10.00 hari Kamis (23/1/2020).

(wbs)

Themes
ICO