Indonesia

Selangkah Lagi Samai Rekor Rossi, Marquez: Itu Bukan Tujuan Saya

JEREZ – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku tak memiliki tujuan utama untuk menyamai catatan rekor Valentino Rossi. Ia mengaku hanya fokus dalam memenangkan setiap balapan dan menjadi juara dunia.

Itulah target yang selalu Marquez pikirkan setiap menjalani musim baru. Termasuk pada musim ini, di mana Marquez akan mengejar gelar juara dunia kesembilan atau titel ketujuh di MotoGP.

Marc Marquez

Pada saat ini, Marquez telah mengoleksi delapan gelar juara dunia, di mana enam diantaranya diraih di kelas MotoGP. Gelar terakhir direbut pada musim lalu, ketika Marquez keluar sebagai juara dunia MotoGP.

Musim ini, Marquez memiliki kesempatan lain untuk mengejar titel kesembilannya dan menyamai rekor milik Rossi. Saat ini, VR46 masih memegang rekor gelar juara dunia terbanyak dengan koleksi sembilan titel.

Baca juga Vinales Diyakini Akan Jadi Pesaing Utama Marquez di MotoGP 2020

Tentu saja, jika Marquez menjadi juara dunia MotoGP pada musim ini, ia akan mampu menyamai rekor Rossi. Tetapi, pembalap berjuluk The Baby Alien itu tak ingin fokus pada rekor tersebut dan berusaha untuk selalu menciptakan hasil terbaik.

“Mencapai rekor Valentino tidak pernah menjadi tujuan. Tujuannya selalu untuk mencoba memenangkan balapan dan berjuang untuk kejuaraan,” ungkap Marquez, mengutip dari Tuttomtoriweb, Selasa (14/7/2020).

Football news:

Real Madrid: Casillas will always be a Real Madrid player. The best goalkeeper in the history of Spain
In Spain, complete chaos: Espanyol refuses to fly out of La Liga, Depor and all the others - from Segunda
Ferran Torres passed a medical before transferring to Manchester City and signed a contract until 2025 (Fabrizio Romano)
Emmanuel Adebayor: Mourinho is the best coach in the history of football
Casillas announced his retirement
De Gea has found a double-the coach of Scottish Ross County. In his team, 19% of the players are called Ross – even all the goalkeepers
Ancelotti on the recipe for winning the Champions League: unconsciousness of actions, luck and courage