Indonesia

Si Pembakar di Kyoto Sakit Mental

JawaPos.com – Shinji Aoba memang berang. Dia merasa karyanya telah dijiplak Kyoto Animation Co. Amarah itulah yang membuatnya nekat membakar kantor studio animasi di Distrik Fushimi, Prefektur Kyoto, Jepang, tersebut pada Kamis pagi (18/7).

Aoba memberikan pernyataan tersebut kepada polisi sebelum ditangkap. Namun, pernyataannya tidak bisa ditelan mentah-mentah. Sebab, polisi menyatakan bahwa mental pria 41 tahun itu terganggu.

“Kami belum mengetahui hubungan tersangka dengan Kyoto Animation,” ujar Juru Bicara Kepolisian Distrik Fushimi Ryoji Nishiyama dalam konferensi pers, Jumat (19/7).

Polisi meminta publik tidak berspekulasi lebih dulu terkait dengan motif tersangka hingga Aoba bisa ditanyai lagi secara langsung. Saat ini dia masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah, kaki, dada, dan tangannya. Polisi belum bisa mengorek keterangan darinya.

Tindakan Aoba berakibat fatal. Jumlah korban jiwa terus merangkak naik. Kemarin 33 orang dipastikan tewas. Yaitu, 20 pegawai perempuan, 12 laki-laki, dan 1 korban lagi yang jenis kelaminnya belum teridentifikasi. Kondisi beberapa korban tewas memang tidak bisa dikenali lagi karena terbakar. Selain itu, 35 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar patah tulang lantaran lompat dari lantai 2 dan 3.

Nishiyama mengungkapkan, 20 korban tewas ditemukan tergeletak di lantai menuju atap. Sebelas jasad lainnya berada di lantai 2. Dua sisanya ditemukan di lantai 1. Saat kejadian, ada 74 orang di dalam gedung.

Api menyebar dengan begitu cepat dan langsung membesar sehingga banyak pegawai yang tidak punya waktu untuk melarikan diri. Penduduk sekitar juga tidak berani mendekat karena besarnya api.

Orang-orang berlarian dan berteriak dalam kondisi terbakar. Bensin yang dituangkan dalam jumlah besar dengan cepat berubah menjadi gas dan mengakibatkan ledakan. “Rasanya, saya seperti melihat neraka,” terang salah seorang saksi sebagaimana dikutip Agence France-Presse (AFP).

Pegawai juga hanya punya dua opsi. Yakni, keluar lewat pintu utama di lantai 1 atau pergi ke atap. Tidak ada pintu keluar lain di gedung tiga lantai tersebut. Sebab, Aoba menuangkan bensin di sekeliling lantai 1 dan membakarnya. Karena itulah, peluang keluar dari pintu utama sangat tipis.

Keluarga korban masih ketir-ketir. Sebab, hingga kemarin polisi belum merilis nama-nama korban tewas. Salah seorang yang masih hilang adalah Megumi Ono. Status perempuan 21 tahun itu belum jelas. Rata-rata pegawai di studio animasi yang dikenal dengan nama KyoAni tersebut berusia 20 tahun ke atas seperti Ono.

“Dia berada di lantai 2. Namanya tidak ada dalam daftar korban yang dikirim ke rumah sakit,” kata Kazuo Okada kepada NHK. Okada adalah kakek Ono. Dia ingin sekali melihat cucunya dan memastikannya masih hidup.

Kebakaran di KyoAni membuat banyak pencinta anime merasa kehilangan. Puluhan orang mendatangi gedung yang sudah dilahap api tersebut dan menaruh bunga sebagai tanda dukacita. Situs penggalangan dana online untuk KyoAni kemarin siang mendapatkan USD 1,3 juta atau setara Rp 18,11 miliar.

Pembakaran termasuk kejahatan berat di Jepang. Sebab, banyak bangunan di Negeri Sakura tersebut yang terbuat dari kayu agar tahan gempa.

Namun, kasus KyoAni bukanlah yang pertama. Gedung di Distrik Kabukicho, Tokyo, juga pernah terbakar pada 2001. Ketika itu 44 orang tewas.

Football news:

Zinedine Zidane: Hames is an important player. I wish him a happy birthday
Atalanta controlled the ball for 8 minutes and 11 seconds before the first goal against Juventus
Jovic will be able to play with Villarreal if the third test for the virus is negative
Hodgson on Zaa threats: He did the right thing when he let people know. There is no excuse for this
Setien on Messi's rest: Of course, he needs it. But the score in the match against Valladolid was too slippery
Immobile – the fans of Lazio: Some people seem to have too short a memory. Leave my family alone
Holand was kicked out of a nightclub in Norway