Indonesia

Tak Peduli Sanksi AS, Iran Tetap Kembangkan Industri Minyak

Iran kini hanya mengekspor 200 ribu barel minyak per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Iran tetap bertekad untuk mengembangkan industri minyak negara itu kendati mendapat sanksi dari AS. Hal itu dinyatakan Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh dalam pidatonya pada Sabtu (11/7).

"Kami tidak akan pasrah dalam situasi apapun. Kami harus meningkatkan kapasitas sehingga dapat memasuki pasar dengan kekuatan penuh ketika dibutuhkan serta membangkitkan kembali pangsa pasar kami," ucap Zanganeh.

Zanganeh berbicara hal tersebut sebelum melakukan penandatangan kontrak sebesar 294 juta dolar AS (setara Rp 4,2 triliun) antara Perusahaan Minyak Nasional Iran dan perusahaan minyak dan gas dari Iran, Persia Oil & Gas.

Kesepakatan kerja itu menargetkan produksi 39,5 juta barel minyak dari ladang minyak Yaran di provinsi Khuzestan, bagian barat daya Iran. Setelah terpukul sanksi AS sejak Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 lalu, ekspor minyak Iran diperkirakan kini turun menjadi 100.000 hingga 200.000 barel per hari.

Sebelumnya, ekspor minyak Iran bisa lebih 2,5 juta barel per hari pada April 2018. Produksi minyak mentah Iran juga telah dipangkas setengahnya menjadi sekitar 2 juta barel per hari.

sumber : antara/reuters

Football news:

Juventus highly rates Raul Jimenez. He's like Pirlo and Partici
Juventus are seriously Interested in Atletico midfielder Thomas
Champions League format for Atletico: Simeone's team is still an underdog, but now they have the best chance
Atletico claims the goalkeeper of the national team of Serbia and Eibar Dmitrovic, compensation – 20 million euros
The FA Cup will be held without replays in the 2020/21 season, and there will be one match in the 1/2 final of the League Cup
Ronaldo's entourage denied the option of moving to Barcelona. Cristiano is happy at Juventus
Matuidi moved to Inter Miami Beckham