logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Uya Kuya Traktir Tukang Loak Makan Steak Mewah, Ceritanya Bikin Haru

Uya Kuya Traktir Tukang Loak Makan Steak Mewah, Ceritanya Bikin Haru Uya Kuya Traktir Makan Tukang Loak Steak Mewah/Youtube Uya Kuya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Uya Kuya kembali mencuri perhatian lewat konten-konten di channel youtubenya. Kali ini, Uya mentraktir seorang kakek tukang loak yang lewat di depan restorannya. Cerita tukang loak tersebut membuat Uya terharu.

Padahal, awalnya, Uya Kuya berniat untuk shooting restoran steaknya. Namun di tengah-tengah syuting tiba-tiba datang seorang pria paruh baya yang berniat membeli barang-barang bekas di restoran Uya.

1 dari 7 halaman

Beli Kardus Seharga Rp10 Ribu

Pria yang merupakan tukang loak tersebut bertanya kepada Uya tentang barang bekas di restorannya.

"Ada barang barang bekas engga, saya mau beli," kata kakek tukang loak tersebut kepada Uya.

Uya kemudian meminta kepada pegawainya untuk mencari barang bekas. Pegawainya tersebut kemudian memberikan kardus. Uya kemudian memberikan kardus tersebut kepada tukang loak.

"Ini kardus pak," kata Uya.

"Ini kardusnya 10 kilo. 1 kilo Rp1000, Saya bayar Rp10 ribu," kataakek tukang loak kepada Uya.

Kakek tukang loakitu pun kemudian berniat membayar kepada Uya. Namun Uya menolak. Namun tukang loak itu tetap keukeuh ingin membayar.

"Bapak ambil aja duitnya," kata Uya

"Engga bisa om saya harus bayar," kataKakek tukang loak tersebut.

"Ya udah oke," kata Uya.

2 dari 7 halaman

Uya Terhenyak Dengar Cerita Perjuangan Kakek Tukang Loak

Uya pun berbincang dengan tukang loak tersebut. Dia pun terkejut saat tahu jika keuntungan yang didapat dari pekerjaannya tersebut sangatlah kecil.

"Keuntungan cuma Rp300 perak per kg," kata Kakek tukang loak tersebut.

"Jadi misalkan bapak beli dari saya Rp10 ribu untungnya cuma Rp3000 perak," kata Uya yang diiyakan oleh kakek tukang loak tersebut.

3 dari 7 halaman

Makan Rp7 Ribu Sehari

Uya kemudian berbincang jauh seputar kehidupan kakek tukang loak tersebut. Dalam sehari, kakek tukang loak tersebut biasa makan hanya Rp7 ribu sehari.

"Bapak hari ini udah makan?"tanya Uya.

"Belum. Belum ada uang," kata kakek tukang loak tersebut.

"Biasa makan berapa sehari," tanya Uya.

"Kadang Rp7 ribu," kata kakek tukang loak.

"Dapet apa Rp7 ribu?" tanya Uya penasaran.

"Sama tempe dan sayur," kata kakek tukang loak.

Dalam sehari, kakek tukang loak tersebut mengaku bisa mengumpulkan 20 hingga 30 kg sehari.

"Berati kalau 30 kilo cuma dapat Rp6 ribu dong?" tanya Uya.

"Engga cukup berati dong," kata Uya.

"Iya kadang kadang modal abis om," ucap kakek tukang loak.

4 dari 7 halaman

Uya Tawarkan Makan Steak

Setelah itu Uya menawarkan bapak tukang loak itu untuk makan gratis di restoran steaknya.

"Bapak udah pernah makan steak," tanya Uya.

"Steak apaan?" kata kakek tukang loak tersebut bingung.

"Daging yang di grill bisa sama kentang atau nasi juga,"kata Uya menjelaskan.

"Belum belum pernah,"kata kakek tukang loak tersebut.

5 dari 7 halaman

Tidak Mau Gratis

Uya kemudian mengajak kakek tukang loak tersebut makan di restorannya, gratis. Namun kakek tukang loak itu menolak gratis.

"Engga mau saya. Harus bayar om," kata kakek tukang loak kepada Uya.

"Wah ini luar biasa loh. Walau bapak ini maaf ya pak cari uang susah tapi dikasih uang engga mau, karena dirinya bukan pengemis sementara banyak orang orang di luar disana ada yang pura-pura engga punya kaki, dia buntung, dia ngemis padahal badannya sehat," kata Uya.

6 dari 7 halaman

Kakek Tukang Loak Menangis Ingat Cucu dan Anaknya

Kakek tukang loak itu itu makan steak di restoran Uya Kuya. Saat menikmati makanan tersebut, sang kakek justru menangis. Ternyata dia teringat anak dan cucunya di kampung.

"Saya punya 3 anak dan 5 cucu. Anak dan cucu saya di kampung makan dari mana," kata kakek tukang loak tersebut.

7 dari 7 halaman

Uya Beri Uang

Setelah selesai makan, kakek tukang loak tersebut enggan membayar gratis. Dia membayar makanan yang dia makan meski hanya memiliki uang Rp7 ribu.

"Saya bayar Rp7 ribu. Saya kan bukan pengemis om," kata Kakek tukang loak.

"Engga usah pak," kata Uya.

Lantaran tetap memaksa Uya pun mengabulkan keinginan kakek tukang loak tersebut. Namun Uya kemudian memberikan uang untuk kakek tukang loak. Tampak beberapa lembar uang pecahan Rp50 ribu yang dimasukan ke dalam saku kakek tukang loak tersebut.

"Saya mau ngasih bapak aja pak. Karena bapak udah menginspirasi saya. Ini anggep aja bukan ngasih. Saya jadi lebih ngeliat ada orang masih mau berusaha kerja keras engga mau minta minta, jadi terima kasih banyak," katanya.

"Terima kasih ya om," kata Kakek tukang loak tersebut kepada Uya.

[end]
Themes
ICO