Indonesia

Vinales Beberkan Strateginya untuk MotoGP Spanyol 2020

JEREZ – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, memiliki motivasi tinggi jelang dilangsungkannya MotoGP Spanyol 2020. Bahkan, pembalap asal Spanyol itu sudah memiliki strategi sendiri untuk meraih kemenangan di seri perdana MotoGP 2020 tersebut.

Bukan tanpa alasan Vinales memiliki kepercayaan diri tinggi. Sebab, pembalap berjuluk The Top Gun itu mampu meraih hasil bagus saat menjalani tes pramusim dan pengujian di Sirkuit Jerez pada Rabu 15 Juli 2020.

Dari empat tes pramusim yang diselenggarakan, Vinales tampil sebagai yang tercepat dalam tiga tes di antaranya. Catatan apik Vinales itu kemudian berlanjut di Jerez, di mana ia mampu mencatatakan waktu tercepat dengan 1 menit 37,793 detik.

Baca juga: Peluang Andrea Dovizioso untuk Akhiri Kutukan di Sirkui Jerez Kian Sulit

Maverick Vinales

Kendati demikian, Vinales enggan bersikap jemawa. Menurutnya, teradapat banyak hal yang harus diperhatikan. Selain masalah teknis yang berkenaan dengan motor, strategi saat melakoni balapan pun dibutuhkan untuk memperoleh hasil maksimal.

Vinales sadar bahwa para pembalap sudah lama tidak mengendarai motor balap MotoGP, apalagi bertarung di lintasan secara intens. Sebagaimana diketahui, start MotoGP 2020 yang seharusnya terjadi pada awal Maret harus diundur karena adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

Maka dari itu, Vinales memprediksi para pembalap akan sedikit kaku ketika mengemudikan motor dalam balapan yang sesungguhnya. Hal ini pada akhirnya membuat Vinales khawatir akan terjadi kecelakaan di tikungan pertama.

Football news:

Thomas Tuchel: If both legs were intact, you could have seen my 40-meter sprint
PSG saved Tuchel's pet: Choupo-moting got everyone for free, managed not to score from a centimetre, and now pulled Paris to the semi-finals of the Champions League
Gian Piero Gasperini: The worst part is that we were so close. I can only thank the guys
Neymar was the player of the match Atalanta-PSG. He gave an assist
ПС PSG suffered through the entire quarter-final and turned it over in 149 seconds. Lifted the Italian curse and went so far in the Champions League for the first time in 25 years
ПС PSG's pain was transformed into happiness: in three minutes, the suffering stars turned into celebrating kings
The club from Italy won't win the Champions League for the 10th year in a row. This is an anti-record