logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Optimis Pertumbuhan Ekonomi di 2019 Penuh Harapan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan optimismenya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 ini.

Jusuf Kalla menyebut, tahun ini merupakan tahun penuh harapan tercapainya ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Baca: Tahun Ini, OJK Yakin Asuransi Nasional Tumbuh Double Digit

"Indikator yang penting kita mengalami perbaikan-perbaikan yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi 5,2-5,3 persen, inflasi lebih rendah dan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi sebesar 12,9 persen, kondisi-kondisi optimis menghadap tahun 2019," ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara OJK, pada Jumat malam (11/1/2019).

Meski demikian, Jusuf Kalla mengakui masih ada tantangan-tantangan secara internal dan eksternal yang perlu dihadapi.

Untuk itu, perlu ada kerja sama semua aktor, termasuk pelaku industri keuangan.

"Kebersamaan kita di sini dari industri keuangan, kita hadapi tahun ini, tahun depan dengan kebersamaan. Mencanangkan kolabirasi dan akselerasi untuk pembangunan keberlanjutan. Sikap bersama untuk menjadikan bangsa ini lebih besar dengan upaya bersama," kata Jusuf Kalla.

Baca: Adu Strategi SBY dan Jusuf Kalla jadi Mentor Debat

Jusuf Kalla mengingatkan, ada bekal yang diperoleh Indonesia dari ekonomi masa lalu, yakni krisis moneter 1997 dan 1998, di mana pelaku-pelaku sektor keuangan saat itu, harus bertanggung jawab atas segala tindakan yang diambil.

"Tahun 1997 dan 1998 kita mengalami krisis moneter dan krisis perbankan yang efeknya dan akibatnya masih kita jalani. Kita harus membayar bunga, akibat krisis tahun itu, karena itulah banyak tindakan-tindakan untuk mencegah hal itu. Semua tindakan yang keliru oleh sektor keuangan, itu akan ditanggung oleh masing-masing pelaku," kata Jusuf Kalla.

Themes
ICO