Indonesia

20 Tahun Jadi Supeltas, Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kapolda

TANGERANG - Pengabdian Junaedi alias Dedi (45), penyandang disabilitas di Kota Tangerang, Banten, ini patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasannya, Dedi jadi sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas).

Pekerjaan yang justru banyak mengandung risiko dan keras ini, dilakoninya sudah 20 tahun. Pengguna Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan Indah, pasti mengenal sosok ini. (Baca juga: Doa Agar Tidak Stres Menghadapi Tekanan dan Kesulitan)

Saat tengah mengatur lalu lintas, Dedi yang tidak mengetahui kedatangan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana pun terperanjat. Dia mengaku kaget bukan kepalang dan tidak pernah menduga bisa bertemu dengan Nana.

Selain Nana, hadir juga Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo, Kapolrestro Tangerang Kombes Pol Sugeng Hariyanto, dan Danramil Ciledug Kapten Infantri Tarsan.

Melihat Dedi yang kelagepan, Nana beserta rombongan langsung mendekatinya dan mengatakan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan kinerja Dedi dalam mengatur lalu lintas di Jalan HOS Cokroaminoto itu.

"Diceritakan oleh Ibunda Dedi, Ibu Husna (65), bahwa putranya ini sejak lahir memang sudah dalam kondisi disabilitas," kata Nana kepada wartawan di lokasi, Kamis (18/6/2020). (Baca juga: Ingin Foto OOTD Kece Meski di Rumah Saja? Lakukan Tips Ini!)

Dijelaskan Nana, kedatangan menemui Dedi untuk memberikan apresiasi atas kepedulian Dedi dalam membantu kinerja kepolisian, khususnya bidang lalu lintas. Sekaligus untuk peringatan Hari Bahayangkara yang ke-74.

Adapun apresiasi itu diberikannya dalam bentuk perlengkapan pengatur lalu lintas dan kursi roda agar Dedi tidak menggunakan dengkulnya lagi untuk berjalan di atas aspal. Nana juga memberi sembako kepada Dedi.

"Meski penyandang disabilitas sejak lahir, Dedi merupakan anak yang tidak mau menyerah pada kondisinya. Apapun akan dia dikerjakan untuk menghasilkan rejeki yang halal, hingga menjadi Supeltas," paparnya.

Diketahui, Dedi mengalami disabilitas pada kedua kakinya. Kedua kakinya catat hingga mencapai lutut. Melalui lutut yang dialaskan ban inilah Dedi berdiri dan mengatur jalanan.

Husna (65), ibunda Dedi mengatakan, sejak lahir Dedi sudah seperti itu. Dirinya pun tidak pernah menyangka jika Dedi bisa menjadi Supeltas, hingga 20 tahun lamanya. Kegigihan Dedi, membuatnya menjadi kuat.

"Saya juga tidak pernah menyangka jika Dedi yang memiliki keterbatasan fisik ini dapat bermanfaat untuk orang banyak, khususnya dalam membantu pihak kepolisian," tuturnya.

Dirinya pun ikut merasa bangga sekaligus terharu melihat penghargaan yang diberikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana terhadap anaknya itu. Meski kecil saja bantuan tersebut, menurutnya tak jadi soal.

Dedi mendapatjan bantuan perlengkapan untuk pengaturan lalu lintas, seperti rompi dan senter, juga kursi roda yang dapat digunakannya untuk beraktivitas sehari-hari.

"Saya merasa terharu dan bangga anak saya mendapatkan perhatian dan apresiasi, serta bantuan langsung dari Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya yang langsung mengunjungi anaknya di jalanan," pungkasnya.

(mhd)

Football news:

Klopp wants to work for the German national team. The DFB is also Interested in it
Cadiz, who retired, will sign Negredo
Zaa from crystal Palace showed racist threats from the instagram account. The police detained a 12-year-old (!) schoolboy
Ole Gunnar Solskjaer: no One wins alone, unless you're Maradona
Ocampos on Messi: you Look at him as a God, but he is real. Leo helps the players
Solskjaer on the martial-Rashford-Greenwood trio: Nothing new for Manchester United. Remember Ronaldo, Rooney and Tevez?
Josep Bartomeu: Barcelona have won La Liga 8 times in 11 years. Historic achievement