Indonesia

23 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Alami Luka-luka, 2 Diantaranya Masih Dirawat di Puskesmas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakansar Yogyakarta Lalu Wahyu Efendi mengatakan 23 siswa SMPN 1 Turi Sleman mengalami luka-luka setelah sempat hanyut saat mengikuti Pramuka dengan kegiatan Susur Sungai Sempor di Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020) sore.

Dari jumlah tersebut, Wahyu menyebut 21 diantaranya sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Sementara dua lainnya masih harus menjalani rawat inap.

"Korban luka total sebanyak 23 siswa. 21 siswa rawat jalan atau diperbolehkan pulang dan dua siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Turi," ujar Wahyu, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (22/2/2020).

Adapun hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi adalah tujuh orang. Sementara siswa yang belum diketemukan tiga orang.

Tim SAR Gabungan Sabtu (22/2/2020) pagi kembali melanjutkan operasi pencarian korban susur sungai di Kali Sempor, Turi, Slaman
Tim SAR Gabungan Sabtu (22/2/2020) pagi kembali melanjutkan operasi pencarian korban susur sungai di Kali Sempor, Turi, Slaman (BPBD DIY)

"Terkonfirmasi selamat 216 siswa, luka-luka 23 siswa. Meninggal dunia 7 siswa dan belum ditemukan ada 3 siswa," kata dia.

Wahyu menyebut tujuh korban meninggal dunia semuanya adalah perempuan. Pun demikian dengan siswa yang masih belum diketemukan adalah perempuan.

Baca: Pecah Tangis Keluarga 7 Korban Meninggal Dunia Susur Sungai di Sleman, Sri Sultan Angkat Bicara

Baca: Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Bupati Sleman Larang Kegiatan Masuk Sungai untuk Sementara

Baca: Duet Cinta Sejati dari Melly Goeslaw dan Vidi Aldiano untuk Ashraf Sinclair

Berikut identitas korban meninggal dunia yang diterima Tribunnews.com dari Basarnas :

1. Sovie Aulia (15 tahun, kelas 8), warga Sumberejo, Kaliurang, Srumbung, Magelang
2. Arisma Rahmawati (13 tahun, kelas 7), warga Tepan, Bangunkerto, Turi.
3. Nur Azizah (15 tahun, kelas 8), warga Kembangarum, Donokerto, Turi.
4. Lathifa Zulfaa (15 tahun, kelas 8), warga Kembangarum, Donokerto, Turi.
5. Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah (14 tahun, kelas 7), warga Karanggawang, Girikerto, Turi.
6. Evieta Putri Larasati (13 tahun, kelas 7), warga Soprayan, Girikerto, Turi.
7. Faneza Dida (13 tahun, kelas 7), warga Glagahombo, Girikerto, Turi.

Sementara identitas siswa yang belum diketemukan yakni :

1. Yasinta Bunga (13 tahun, kelas 7) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : di pipi ada tahi lalat, tinggi ±150cm, 40kg, kulit putih, rambut agak keriting sepinggang
2. Zahra Imelda (12 tahun, kelas 7) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : hitam manis, tinggi 140 cm, rambut sebahu bergelombang, agak kurus
3. Nadine Fadilah (12 tahun, kelas 7) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : kecil, kurus, kuning langsat, tinggi 140cm.

Diketahui, ratusan siswa SMPN 1 Turi diketahui mengikuti kegiatan Pramuka dengan kegiatan Susur Sungai Sempor di wilayah Dukuh, RT.03/RW.10, Ngentak Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, Jumat (21/2) sore. Beberapa diantaranya hanyut oleh aliran sungai yang tiba-tiba datang dari arah utara.