Indonesia

3 Manfaat Berbaik Sangka yang Perlu Kamu Tahu

Setiap muslim diwajibkan berbaik sangka kepada saudaranya sesama muslim. Sebab berbaik sangka itu memperat hubungan antar manusia.

Berbaik sangka ibarat lem yang membuat pesaudaraan sesama muslim jadi lengket. Sebagaimana ditegaskan dalam Alquran Surat Al-Hujarat yang menegaskan bahwa Allah SWT menggaris bawahi setiap mukmin itu bersaudara. (QS. Al-Hujurat Ayat 10).

 muslim harus berbaik sangka

Oleh karena itu, segala sesuatu dalam bentuk sikap dan sifat yang akan memperkuat dan memantapkan persaudaraan harus dijaga dan dipelihara.

Sedangkan segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merusak ukhuwah islamiyah harus dihilangkan. Supaya hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjaga dengan baik, salah satu sifat positif yang harus dilakukan adalah husnuzdhan atau berbaik sangka.

Jika kita mendengar hal-hal yang buruk mengenai saudara sesama muslim sebaiknya kita tabayyun (pengecekan) terlebih dahulu sebelum mempercayainya. Apalagi sampai meresponsnya secara negatif.

Allah SWT berfirman,

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat Ayat 6)

Lalu apa saja manfaat berbaik sangka?

1. Menghindari keretakan hubungan

Bagi seorang muslim sungguh banyak sekali manfaat yang akan didapat jika ia memiliki sifat berbaik sangka kepada orang lain. Di antaranya hubungan persahabatan dan persaudaraan akan menjadi lebih baik. Hal ini karena berbaik sangka dalam berhubungan antara sesama mulsim akan menghindari terjadinya keretakan hubungan. Bahkan keharmonisan hubungan akan semakin terasa karena tidak ada kendala-kendala psikologis yang menghambat hubungan itu.

2. Terhindar dari penyesalan

Berbaik sangka menghindarkan kita dari rasa penyesalan dalam berhubungan dengan sesama. Sebab buruk sangka terhadap orang lain akan membuat seseorang menimpakan keburukan kepada orang lain tanpa bukti yang benar, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Q.S Al-Hujurat Ayat 6 di atas.