Indonesia

70 Persen yang Masuk Islam di AS Perempuan

PENDIRI Nusantara Fondation, pesantren pertama di Amerika Serikat Shamsi Ali menceritakan pengalamannya berdakwah di Negeri Paman Sam. Tokoh muslim yang juga direktur Jamaica Muslim Center di New York ini mengungkapkan fakta mencengangkan.

Melansir dari VOA, Senin (13/7/2020), Ali mengungkapkan bahwa di Amerika yang banyak masuk Islam belakangan ini adalah orang muda, pintar, profesional, dan hampir 70 persen adalah wanita.

Islam juga mencatat sejarah setelah Ilhan Omar, muslimah pertama berjilbab di DPR, memaksa Kongres mengubah aturan mengenai penutup kepala dalam sidang.

Baca juga: Beginilah Kekayaan Sesungguhnya Menurut Islam

Di kota New York, sejak enam tahun lalu, Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari libur. Makanan halal juga sudah masuk ke sekolah-sekolah negeri dan, sedang diperjuangkan, makanan halal disediakan di penjara-penjara.

“Ini perjuangan yang terus menerus,” kata Shamsi Ali dalam diskusi virtual tentang Islam di AS digelar lembaga dakwah dari Indonesia, Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA), pada 4 Juli 2020 atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

Shamsi Ali yang menjadi pembicara bersama penceramah dari Indonesia lainnya, Hilman Fauzi mengatakan, banyak persepsi yang mengatakan bahwa Islam itu baru di Amerika. “Itu bagian dari upaya untuk melemahkan!" kata Shamsi Ali.

Islam, kata Shamsi Ali, dicitrakan sebagai pendatang supaya Muslim tidak merasa memiliki negara ini. Padahal, Islam sudah hadir di bumi Amerika jauh sebelum kedatangan Columbus. Ia menunjuk catatan sejarah dalam bahasa Arab di gunung-gunung di Denver, Colorado.

Ia juga memaparkan, Muslim datang dari Spanyol dan China, berinteraksi dengan orang asli Amerika, sebelum kedatangan orang-orang kulit hitam, yang separuhnya Muslim dan dijadikan budak, dari Afrika.

Dalam perkembangannya, imigran Muslim datang dari Timur Tengah, Asia Selatan dan Eropa timur. Di kota New York, terdapat hampir satu juta Muslim, dengan hampir 300 masjid. Tetapi, Ali menyayangkan, mereka bermental rumah.

“Salah satu di antaranya adalah merasa bahwa terlibat dalam kehidupan publik adalah ancaman kepada pemerintah. Di Amerika terbalik. Untuk kita bisa aman, untuk mendapatkan hak kita, maka kita harus terlibat dalam kehidupan publik," kata Shamsi Ali.

Dalam kiprahnya, Ali menyampaikan, Islam tidaklah identik dengan Arab. Dan terkait isu belakangan ini, Islam adalah obat mengatasi penyakit rasisme karena Islam adalah agama bagi semua warna kulit.

“Maka, kita tidak pernah membenci orang karena warna kulitnya. Kita membenci orang karena perilaku rasisnya, dan kami berjuang bersama orang (kulit) hitam, membela mereka, untuk mengatakan: yang kita lawan adalah rasisme. Bukan orang (kulit) putih," kata Shamsi Ali.

(sal)

Football news:

Conte about Inter before the 1/4 Europa League: we Continue to progress, we become stronger
Piontek is Interesting to Fiorentina. Herta wants just over 20 million euros
Barzagli or Grosso will replace Pirlo in Juventus U23
Daudov about Akhmat: I am Sure that the team will Interact better with each new game
Balotelli is Interesting to Besiktas. He is offered 2.5 million euros a year
Matuidi will leave Juventus. He has offers from Ligue 1 and MLS
Spartak is going to withdraw from the RPL because of the refereeing – your reaction?