Indonesia
This article was added by the user Anna. TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Alasan Djokovic Menolak Keras Aturan Penyelenggara Australia Terbuka

JawaPos.com – Novak Djokovic akhirnya mengungkap alasannya bersikukuh menolak aturan penyelenggara Grand Slam Australia Terbuka untuk memberlakukan wajib vaksin bagi setiap orang yang masuk ke wilayah Negara Bagian Victoria.

‘’Masalah utamanya adalah jika Anda berada di dalam pesawat bersama seseorang yang positif Covid-19, Anda akan secara otomatis dikarantina di dalam kamar selama 14 hari,”

”Tidak ada urusan apakah Anda sudah divaksin atau tidak,’’ jelasnya kepada surat kabar Serbia Blic.

‘’Hal itu terjadi pada Viktor Troicki Januari lalu (2021). Dan bukan hanya dia, tapi 70 pemain harus dikarantina secara ketat,’’ tandasnya.

‘’Aku sudah berbicara dengan banyak pemain (yang dikarantina) dan pengalaman itu menjadi memori yang buruk bagi mereka,’’ ungkapnya.

‘’Jadi aku tidak tahu apakah aku akan ke Australia atau tidak. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saat ini, situasi sedang tidak enak,’’ jelasnya.

Djokovic terancam tidak bisa tampil mempertahankan gelar juaranya karena aturan keras tentang vaksinasi yang diberlakukan pemerintah Negara Bagian Victoria.

Kebijakan tersebut lebih keras dari pernyataan Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang mengatakan, atlet yang tidak divaksin boleh tampil di Australia Terbuka asal dikarantina selama 14 hari.

‘’Kalau itu yang terjadi, aku yakin banyak pemain yang tidak mau tampil di sana,’’ kata Djokovic.

‘’Karena pengalaman tahun lalu, mereka yang dikarantina tidak bisa berlatih sama sekali selama 14 hari. Dan bagi atlet seperti kami, itu sangat berbahaya saat harus berkompetisi di level (grand slam) ini,’’ ujarnya.

Petenis nomor satu dunia itu bersikukuh tidak akan mengumumkan status vaksinnya karena dia menganggap hal itu adalah urusan privat.