Indonesia

Aleix Espargaro Targetkan Podium di Balapan MotoGP Catalunya 2020

CATALUNYA – Balapan MotoGP Catalunya 2020 menjadi race yang sangat spesial untuk Aleix Espargaro. Sebab pembalap Aprilia Gresini itu akan melakoni balapan kandangnya, yang mana akan berlangsung pada Minggu 27 September 2020.

Tentunya di balapan kandangnya itu, Espargaro sangat ingin meraih hasil yang maksimal. Karena itu, tak heran jika Espargaro mengidamkan serta menargetkan posisi podium balapan balapan yang berlangsung di Sirkuit Catalunya itu.

Espargaro pun cukup percaya diri dapat melakukannya. Sebab ia merasa kini kecepatan motor Aprilia, RS-GP, sudah jauh lebih ketimbang balapan-balapan sebelumnya.

Baca Juga: Jelang MotoGP Catalunya 2020, Marquez Berharap Alex Bisa Tampil Mentereng

Aleix Espargaro

Dengan modal tersebut, setidaknya Espargaro yakin bisa bersaing untuk memperebutkan balapan MotoGP Catalunya 2020. Pertanyaannya kini adalah apakah sanggup Espargarp menyalip banyak pembalap saat balapan nanti?

Sebab bagi Espargaro, kecepatan yang baik takkan bisa berguna jika ia tak bisa menyalip para pembalap yang berada di depannya. Karena itulah ia akan mencoba meraih kualifikasi sebaik mungkin agar dapat menempati posisi awal balapan dengan baik.

"Ini adalah balapan yang spesial bagi saya. Saya akan memberikan yang terbaik. Saya merasa hasil balapan (MotoGP Emilia Romagna 2020) sangat buruk,. tetapi kami lebih dekat dari sebelumnya (dengan jajaran terdepan)," kata Espargaro, dikutip dari Crash, Kamis (24/9/2020).

Football news:

Favre on the defeat against Lazio: Dortmund lacked determination. We needed to play an outstanding game, and we didn't
Lampard on 0:0 with Sevilla: I think both teams are happy with the draw
Tuchel Pro 1:2 with Manchester United: PSG were not on the pitch in the first half. One of the worst games of the team
Ole Gunnar Solskjaer: When you go to a team with Neymar and Mbappe, you need to defend well, and the goalkeeper must help out
Barcelona have extended their contracts with Pique, Ter Stegen, Langle and de Jong
Ronald Koeman: Red Pique is too harsh a punishment. But Barcelona played well in the minority
Andrea Pirlo: Juventus with Dynamo played more organized than with Crotone