Indonesia

Amien Cap Kongres PAN Kongres Teroris, Ini Kata Eks Caketum Dradjad

Jakarta -

Pendiri PAN Amies Rais menilai Kongres PAN V di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang menetapkan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua Umum PAN 2020-2025 seperti kongres para teroris. Caketum PAN dalam kongres ke-5 tersebut, Dradjad Wibowo meyakini Amien dan Zulhas akan akrab kembali.

"Saya pribadi akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu memulihkan suasana kekeluargaan di dalam PAN. Saya yakin Pak Amien dan Bang Zul nanti akan bisa kembali akrab seperti dulu," kata Dradjad kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Dradjad mengingatkan bahwa Amien dan Zulhas besanan. Dia menyebut banyak peristiwa antara keduanya yang mengokohkan kebersamaan.

"Selain beliau berdua masih satu keluarga besar dan punya cucu bersama, banyak sekali peristiwa dan kegiatan yang mengokohkan kebersamaan yang harmonis antara beliau berdua," ungkap Dradjad.

"Demikian juga dengan Mas Tris dan Bang Hatta. Beliau berempat adalah pilar-pilar PAN selama ini yang banyak berbagi peristiwa kekeluargaan, imbuh dia.

Namun demikian, Dradjad menyadari peristiwa kisruh yang terjadi dalam Kongres PAN di Kendari memunculkan persepsi buruk. Dia meminta maaf kepada para pemilih PAN atas kejadian tersebut.

"Yang jelas PAN sebagai institusi mendapat reaksi negatif dari masyarakat dengan berbagai kejadian menjelang dan saat Kongres di Kendari. Apalagi video lempar-lemparan kursi menjadi sangat viral.

"Saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilih PAN, dengan kejadian di atas. Semoga hal ini tidak akan pernah terulang lagi," sambung dia.

Sebelumnya, melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, Amien menilai Kongres PAN ke-5 di Kendari seperti kongres para teroris. Sebab, sebut dia, ada ribuan personel polisi yang dikerahkan ke sana.

"Jadi ini dimulai dengan sebuah kerusakan. Dan yang saya lihat lagi, saudara-saudaraku, waktu itu suasana di kongres itu seperti seolah-olah kongres para teroris. 1.300 polisi dikerahkan, di halaman hotel, kemudian di lobby,.di seluruh lorong lobby ada pagar betis. Bahkan juga ada beberapa ratus, barangkali, brimob kiriman dari Makassar," ujar Amien dalam video.

(zak/gbr)