logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Belajar dari Kasus Siswa SMK Bunuh Diri, Begini Peran Keluarga Agar Kasus Tidak Terulang

TRIBUNNEWS.COM - Seorang psikolog sekaligus pendiri Lembaga Psikologi, Anava Maya Savitri, S. Psi, CHt menuturkan keluarga, khususnya orangtua, memiliki peran untuk mencegah kasus bunuh diri.

Menurut Maya, kasus bunuh diri yang terjadi pada seorang pelajar SMKN 12 Surabaya berinisial RH, pada Senin (13/1/2020) lalu, mungkin dipicu oleh kurangnya komunikasi antara RH dengan orangtuanya.

Pasalnya, Maya menjelaskan, kuat atau lemahnya karakter seseorang terbentuk dari keluarga.

"Karena keluarga adalah inti dari tumbuh kembangnya seorang anak dan pembentukan awal kuat atau lemahnya karakter seseorang," terang Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/1/2020).

Hal senada disampaikan Psikolog Keluarga Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Adib menyampaikan, untuk mencegah kasus bunuh diri, orangtua berperan dalam menciptakan karakter kuat pada diri anak-anaknya.

"Bagaimana menciptakan anak yang memiliki pribadi yang kuat, ini kan sangat penting," tutur Adib saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/1/2020).

Psikolog dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia itu pun memberikan sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membentuk anak memiliki pribadi yang kuat.

1. Melatih anak untuk mandiri sesuai usianya

Psikolog dari Bintaro, Jakarta Selatan itu menuturkan, orangtua dapat membentuk anak memiliki pribadi yang kuat dengan melatihnya memiliki kemandirian yang sesuai dengan usianya.

Themes
ICO