Indonesia
An article was changed on the original website

Belajar Tangani Parkinson dah Epilepsi, IDI Kobar Gandeng SMC RS Telogorejo

KOTAWARINGIN BARAT - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kotawaringin Barat (Kobar) menggandeng Semarang Medical Center (SMC)  untuk memberikan tambahan ilmu kedokteran tentang penyakit epilepsi, Parkinson, dan bayi tabung (IVF).

RS Telogorejo, Jawa Tengah (Jateng) untuk menggelar Seminar “Teknologi Terkini Parkinson, Epilepsi dan IVF (Bayi Tabung)”. Narasumber yang dihadirkan juga sangat berkompeten dibidangnya yang diikuti oleh ratusan dokter yang bertugas di Kobar, di sebuah hotel di Pangkalan Bun, Minggu (16/9/2018).

“Ada 3 dokter ahli, sebagai narasumber dari SMC RS Telogorejo Semarang yang akan memberikan pemaparan yakni Prof dr Zainal Muttaqin Sp BS Phd, dr M Thohar Arifin A Phd PAK Sp BS dan dr Arie Sutanto Sp OG (K). Seminar ini sangat bagus buat teman sejawat di Kobar sebagai tambahan ilmu penyakit epilepsi, parkinson dan bayi tabung,” ujar Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachruddin kepada sejumlah wartawan disela sela kegiatan, Minggu (16/9/2018).

Seminar ini digelar untuk meningkatkan standart pelayanan dalam mengikuti kemajuan teknologi terkini di era milenial. Selama ini, pasien rujukan dari RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun banyak yang dikirim ke RS Telogorejo Semarang. Ada sekitar 7-10 pasien dari Kobar setiap minggunya yang menjalani pengobatan di RS Telogorejo Semerang.

“Epilepsi atau Penyakit Ayan masih sering kita jumpai di tengah masyarakat. Bukan penyakit menular dan sebagian besar bukan penyakit keturunan. Sayangnya, masih saja ada stigma negatif terhadap Orang Dengan Epilepsi (ODE). Ada yang dikucilkan dari lingkungan, dijauhi dari teman, dikeluarkan dari sekolah, terhambat karirnya, hingga ke masalah rumah tangga dan kesulitan  memperoleh Surat Ijin Mengemudi. Bagi ODE dan keluarganya, epilepsi bukan sekedar persoalan medis, tapi juga berpengaruh pada hubungan sosial dan  ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dia menambahkan, berkembangnya teknologi, semakin banyak pula masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat umum terutama di Kobar. Selain epilepsi yaitu masalah infertilitas, yaitu ketidakmampuan pasangan suami isteri untuk hamil setelah menikah selama 1 tahun dengan hubungan seksual yang teratur tanpa proteksi.

“Penyebab infertilitas di antaranya dimulai dari gangguan haid sampai adanya polip atau kista yang diperlukan tindakan khusus untuk menangani kasus tersebut. Untuk itu solusinya dengan cara IVF atau bayi tabung,” pungkasnya.

Sementara itu, mewakili SMC RS Telogorejo, Sus Mardiatno mengatakan, seminar ini digelar untuk memberikan pemahaman terkait 3 persoalan yakni Parkinson, Epilepsi dan IVF (Bayi Tabung).  Sebab di Kobar banyak masyarakat yang membutuhkan informasi tentang 3 hal tersebut.  “Rumah Sakit Telogorejo saat ini juga memiliki Layanan Jantung dan Vaskuler, Syaraf, serta Bayi tabung. Sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat luas,” ujar Sus.

(wib)

Football news:

CEO of the banner of Labor about a player who was hit by lightning: he was put in an artificial coma. Most likely, it will be taken out in the evening
Real goes into the gap under the talk of refereeing. In similar moments, Madrid were given a penalty, but Athletic were not
Sergio Ramos: I would Play tennis if I wanted personal recognition. It is very nice to win with the team
Lukaku scored 20 goals for Inter in the first 30 rounds of Serie A and repeated the achievement of Ronaldo, Meazza and Niersch
Marcelo scored the 350th victory in the composition of the real world
Iturralde Gonzalez on the foul on Marcelo: a Clean penalty. Ramos' violation is also a penalty
Mandzukic terminated his contract with al-Duhail and can move to Milan or Benevento